Yogyakarta, 16 April 2026 – Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan studi banding dari Program Studi Penyuluhan Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo (UHO). Pertemuan yang berlangsung di Ruang S111 Gedung Soegondo ini bertujuan membahas persiapan akreditasi internasional melalui lembaga ACQUIN (The Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute).
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Dekan FIB UGM, Prof. Dr. Setiadi, M.A., bersama Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Nur Saktiningrum, S.S., M.Hum, serta jajaran Tim Unit Jaminan Mutu (UJM) FIB UGM. Sementara itu, pihak Universitas Halu Oleo hadir dengan delegasi yang dipimpin oleh Dekan Fakultas Pertanian beserta rombongan tim persiapan akreditasi.
Dalam pertemuan tersebut, tim FIB UGM memaparkan pengalaman mereka saat menjalani proses akreditasi pada akhir tahun 2025. Pengalaman tersebut menjadi poin penting karena saat itu FIB UGM berhasil mendapatkan apresiasi tinggi dari para asesor internasional atas kualitas fasilitas, kurikulum, serta kesiapan program studi.
Dekan FIB UGM, Prof. Dr. Setiadi, M.A., mengungkapkan bahwa kunci keberhasilan dalam meraih akreditasi internasional terletak pada kemampuan institusi dalam memetakan keunggulan internal. Hal ini sangat menentukan penilaian asesor saat proses visitasi berlangsung.
“Dalam proses akreditasi ACQUIN, FIB UGM memaksimalkan berbagai potensinya sebagai bahan paparan kepada asesor,” ujar Prof. Setiadi di hadapan para peserta pertemuan.
Diskusi yang berlangsung selama dua jam tersebut juga membahas langkah teknis mengenai standarisasi mutu pendidikan yang diakui secara global. Pihak UHO berkesempatan mendalami proses manajerial dan akademik yang telah diterapkan di FIB UGM sebagai referensi untuk meningkatkan kualitas program studi mereka.
Selain fokus pada akreditasi, kedua belah pihak sepakat bahwa pertemuan ini menjadi pintu masuk bagi kolaborasi yang lebih luas. Penguatan hubungan antarperguruan tinggi dianggap perlu untuk memacu munculnya inovasi-inovasi baru di dunia pendidikan.
“Kerja sama kedepannya harus kita perkuat, untuk saling mendukung program dan inovasi dari masing-masing instansi,” tambah Prof. Setiadi.
Kunjungan ini diharapkan mampu mempercepat persiapan Universitas Halu Oleo dalam meraih pengakuan internasional. Kolaborasi antar-institusi pendidikan tinggi ini mencerminkan semangat bersama dalam menjaga mutu pendidikan secara berkelanjutan demi melahirkan generasi yang memiliki daya saing global di masa depan.
[Humas FIB UGM, Candra Solihin]

