Yogyakarta, 8 Agustus 2025 — Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (FIB UGM) menegaskan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan kampus yang sehat, aman, dan berintegritas melalui himbauan No Drugs, No Alcohol, dan Stop Bullying. Pesan tersebut disampaikan oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya UGM, Prof. Dr. Setiadi, M.S., dalam kegiatan PIONIR Kampung Budaya, sebagai bagian dari implementasi program Health Promoting University (HPU).
Dalam arahannya kepada para mahasiswa baru, Prof. Setiadi menyampaikan bahwa FIB UGM berkomitmen penuh mendukung terciptanya perilaku hidup sehat dan budaya akademik yang positif di lingkungan kampus. Menurutnya, penggunaan narkoba, konsumsi alkohol, dan tindakan perundungan (bullying) adalah perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai keilmuan, moral, dan kemanusiaan yang dijunjung tinggi oleh UGM.
“Kampus adalah ruang untuk tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas dan berdaya saing. Karena itu, kami menegaskan: tidak ada tempat untuk narkoba, alkohol, atau perundungan di Fakultas Ilmu Budaya,”
tegas Prof. Setiadi.
Program Health Promoting University (HPU) yang diinisiasi oleh UGM bertujuan membangun budaya hidup sehat secara menyeluruh—tidak hanya fisik, tetapi juga mental dan sosial. Melalui himbauan ini, FIB UGM berharap seluruh sivitas akademika dapat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan saling menghargai.
Selain menjadi bagian dari visi kampus sehat, inisiatif No Drugs, No Alcohol, dan Stop Bullying ini juga mendukung pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), yaitu:
- SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, dengan mendorong gaya hidup bebas narkoba dan alkohol serta menjaga kesehatan fisik dan mental.
- SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penciptaan lingkungan belajar yang aman, suportif, dan bebas kekerasan.
- SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, dengan membangun budaya kampus yang menghormati hak dan martabat setiap individu.
“Kami ingin seluruh mahasiswa FIB UGM menjadi pelopor budaya positif—saling mendukung, bukan menjatuhkan; saling peduli, bukan saling merugikan. Itulah wujud nyata kampus yang sehat dan berkelanjutan,”
tambah Prof. Setiadi.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Ilmu Budaya UGM mengajak seluruh sivitas akademika untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga integritas lingkungan kampus, memperkuat solidaritas antarmahasiswa, dan mendukung terwujudnya Kampus Sehat, Aman, dan Bebas Kekerasan sebagai bagian dari komitmen UGM terhadap pembangunan berkelanjutan.
(Humas FIB UGM)
