Sejak bulan Februari 2026, tim peneliti Departemen Antropologi dipimpin oleh Prof. Dr. Setiadi dan Dr. Sita Hidayah, dibantu oleh Sekar Alifah Ramadhanti dan Muhammad Syukur Shidiq sebagai asisten mahasiswa yang tergabung dalam proyek riset ‘EQUITY by Subject’ melakukan kunjungan ke tiga perguruan tinggi penyelenggara program studi antropologi, seperti Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, dan Universitas Udayana. Penelitian ini menyasar tiga topik utama, yaitu peran antropologi dalam mengatasi krisis global, kesiapan karier lulusan, serta evaluasi kelembagaan untuk memperkuat kolaborasi lintas disiplin.
Kunjungan ini bertujuan menggali praktik baik, strategi pengembangan institusi, tata kelola akademik, penguatan kurikulum, jejaring riset, serta kontribusi ilmu antropologi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan SDGs (Sustainable Development Goals), terkhusus pada poin SDG 4: Quality Education, 10: Reduced Inequalities, 11: Sustainable Cities and Communities, 16: Peace, Justice, and Strong Institutions , dan 17: Partnerships for the Goals. Setiap kunjungan diisi dengan diskusi akademik, pertukaran pengalaman terkait pengelolaan program studi, penelitian, dan pengabdian masyarakat, dan pembahasan mengenai tantangan dan peluang pengembangan antropologi di era global dan digital.

Pelaksanaan kunjungan menjadi perwujudan dalam mendukung penguatan jejaring kolaborasi antarinstitusi dalam bidang pendidikan, riset, dan pengembangan masyarakat serta mendokumentasikan praktik-praktik inovatif yang mendukung implementasi SDGs melalui pendekatan antropologi. Rangkaian kunjungan dan studi banding ke tiga institusi adalah langkah awal untuk memulai diskusi mengenai masa depan antropologi melalui kerangka Future Studies dan kontribusinya terhadap pencapaian pembangunan berkelanjutan. Pendekatan future studies ditujukan untuk mengalihkan prediksi linier terhadap masa depan menjadi eksploratif untuk merespons perubahan baik dalam pengajaran maupun penerapan antropologi ke depan.

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan kemungkinan-kemungkinan baru (preferable futures) di mana pendidikan antropologi menjadi lebih adaptif, interdisipliner, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam memanusiakan masa depan. Harapan jangka panjang terhadap ilmu antropologi agar mampu bertransformasi dari pelapor pasif menjadi perancang keputusan yang menawarkan solusi berkelanjutan. Sebagai bagian dari komitmen Universitas Gadjah Mada untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi ke standar internasional, inisiatif strategis ini mendapatkan dukungan finansial dari skema EQUITY. Langkah ini merupakan komitmen Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) untuk merumuskan kebijakan yang lebih inklusif dan tangguh.
Penulis: Sekar Alifah Ramadhanti
Foto: Muhammad Syukur Shidiq
Penyunting: Okky Chandra Baskoro







