Dili, Timor Leste, 12 Februari 2026 – Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan pertemuan kerja sama dengan Universidade Nacional Timor Lorosa’e (UNTL) pada Kamis, 12 Februari 2026, pukul 11.00 waktu setempat. Pertemuan tersebut diwakili oleh Tim Delegasi Fakultas Ilmu Budaya yang dipimpin oleh Prof. Dr. Muti’ah Amini. Tim Delegasi FIB UGM disambut oleh Ibu Celine, alumni Biologi UGM angkatan 1992, serta Prof. Armindo Maia, Rektor pertama Universitas Timor Timur yang kini menjadi UNTL. Suasana pertemuan berlangsung hangat, disertai pertukaran pengalaman mengenai masa studi di Yogyakarta yang mencerminkan kedekatan historis antara kedua institusi.
Pada sesi pembuka, UNTL memaparkan sejarah hubungan kelembagaan dengan UGM, termasuk keberadaan Pusat Studi Budaya Indonesia yang dinilai memiliki potensi signifikan untuk dikembangkan sebagai wadah kolaborasi tridharma perguruan tinggi. Pertemuan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan UNTL; Rektor, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, para pendiri, Ketua Program Studi Kebudayaan, dekan Fakultas Filsafat, dekan Fakultas Pariwisata, serta perwakilan fakultas lainnya. Rektor UNTL, Prof. Dr. Eng. Joviano António da Costa, M.Eng menyampaikan komitmen institusi untuk memperkuat kemitraan universitas-ke-universitas (U2U), terutama pada bidang kebudayaan, bahasa, pariwisata, dan disiplin ilmu terkait yang dinilai memiliki potensi manfaat timbal balik.
Sebagai Ketua Tim Delegasi UGM, Prof. Dr. Muti’ah Amini memaparkan profil-profil program studi di Fakultas Ilmu Budaya beserta sejumlah program akademik yang tengah dijalankan. Beliau juga menyoroti rencana strategis UNTL dalam mengembangkan Program Studi Sejarah melalui kerja sama dengan UNESCO dan Program Studi Sejarah UGM, yang dipandang memiliki nilai strategis dalam penguatan kapasitas akademik, penelitian, serta pengembangan kurikulum.
Selain itu, UNTL menekankan kebutuhan penguatan sumber daya manusia, khususnya dalam sektor pariwisata mencakup manajemen SDM, pengelolaan atraksi, dan pengembangan destinasi. Dekan Fakultas Pariwisata menyampaikan bahwa peluang kerja sama dalam bentuk penelitian dan publikasi bersama sangat terbuka dan berpotensi memberikan kontribusi substansial bagi kedua institusi.
Dekan Fakultas Pendidikan UNTL juga menyampaikan harapan agar fakultasnya turut diintegrasikan dalam rencana kerja sama yang sedang dirumuskan. Sementara itu, dekan Fakultas Seni dan Budaya, Ibu Celine, menegaskan urgensi kolaborasi riset lintas regional di bidang seni dan budaya.
Kedua pihak menyepakati bahwa penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) menjadi langkah awal yang esensial untuk memastikan implementasi program kerja sama secara legal, sistematis, dan berkelanjutan pada berbagai bidang yang akan ditindaklanjuti. Kolaborasi ini sejalan dengan komitmen pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kapasitas akademik dan pertukaran pengetahuan, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan sektor pariwisata berbasis kompetensi, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan jejaring kerja sama internasional.
Pertemuan ditutup dengan komitmen untuk membuka ruang dialog lanjutan guna memperkuat hubungan historis, akademik, dan programatik antara UGM dan UNTL, sekaligus memperluas kontribusi kedua institusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara.
Kontributor : Adwiya S. Yoga, S.Pd., M.A.
[Humas FIB UGM, Alma Syahwalani]




