• About UGM
  • Academic Portal
  • IT Center
  • Library
  • Research
  • Webmail
  • Informasi Publik
  • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Profil
    • Sejarah
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Manajemen
    • Tenaga Kependidikan
    • Tenaga Pendidik
  • Akademik
    • Kalender Akademik
    • Program Sarjana
      • Antropologi Budaya
      • Arkeologi
      • Sejarah
      • Pariwisata
      • Bahasa dan Kebudayaan Korea
      • Bahasa dan Sastra Indonesia
      • Sastra Inggris
      • Sastra Arab
      • Bahasa dan Kebudayaan Jepang
      • Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa
      • Bahasa dan Sastra Prancis
    • Program Master/S2
      • Magister Antropologi
      • Magister Arkeologi
      • Magister Sejarah
      • Magister Sastra
      • Magister Linguistik
      • Magister Pengkajian Amerika
      • Magister Kajian Budaya Timur Tengah
    • Program Doktor/S3
      • Antropologi
      • Ilmu-ilmu Humaniora
      • Pengkajian Amerika
    • Beasiswa
    • Layanan Mahasiswa
  • KPPM
    • Info Penelitian
    • Skema Penelitian FIB UGM Tahun 2026
    • Pengabdian Masyarakat
    • Kerjasama Luar Negeri
    • Kerjasama Dalam Negeri
  • Organisasi Mahasiswa
    • Lembaga Eksekutif Mahasiswa
    • Badan Semi Otonom
      • KAPALASASTRA
      • Persekutuan Mahasiswa Kristen
      • LINCAK
      • Saskine
      • Keluarga Mahasiswa Katolik
      • Dian Budaya
      • Sastra Kanuragan (Sasgan)
      • Keluarga Muslim Ilmu Budaya (KMIB)
      • BSO RAMPOE UGM
      • Bejo Mulyo
    • Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS)
      • Badan Keluarga Mahasiswa Sejarah
      • Himpunan Mahasiswa Arkeologi
      • Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Kebudayaan Korea
      • Himpunan Mahasiswa Pariwisata
      • Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Kebudayaan Jepang
      • Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Prancis
      • Ikatan Mahasiswa Sastra Arab
      • Ikatan Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris
      • Keluarga Mahasiswa Antropologi Budaya
      • Keluarga Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia
      • Keluarga Mahasiswa Sastra Nusantara
  • Pendaftaran
  • Beranda
  • SDGs 5: Kesetaraan Gender
Arsip:

SDGs 5: Kesetaraan Gender

Universitas Gadjah Mada Memperkuat Kolaborasi Akademik Internasional melalui Partisipasi dalam CHSS 2026 di Lahore

Rilis Berita Senin, 5 Oktober 2026

Universitas Gadjah Mada (UGM) menegaskan kembali komitmennya terhadap kolaborasi akademik internasional dan pertukaran pengetahuan melalui partisipasi aktifnya dalam Konferensi CHSS 2026 yang diselenggarakan di Lahore University of Management Sciences (LUMS), Pakistan, pada 23 hingga 27 September 2026. Konferensi ini menghadirkan para akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, dan praktisi dari seluruh Asia dan luar kawasan untuk mendiskusikan tantangan serta peluang kontemporer yang dihadapi masyarakat di wilayah tersebut.

UGM diwakili oleh Prof. Dr. Wening Udasmoro, Dr. Aprillia Firmonasari, dan Dr. Merry Andriani dari Fakultas Ilmu Budaya, yang berpartisipasi dalam berbagai kegiatan akademik dan networking sepanjang konferensi. Keterlibatan mereka berkontribusi pada diskusi ilmiah mengenai isu-isu yang mempengaruhi Asia dan Global South, sekaligus memperkuat kemitraan antara UGM dan lembaga-lembaga internasional. Prof. Dr. Wening Udasmoro juga bertindak sebagai Hub Leader UGM dalam proyek kerja sama akademik antara Association for Asian Studies (AAS), Cultivating the Humanities and Social Sciences and Supporting Underrepresented Scholars of Asia (CHSS), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Konferensi ini menampilkan program yang luas, terdiri dari lokakarya pra-konferensi, presentasi panel, diskusi meja bulat, pameran, kegiatan budaya, dan forum jejaring. Para peserta mendalami berbagai topik, termasuk migrasi, pendidikan, tata kelola pemerintahan, studi gender, ketahanan iklim, kesehatan masyarakat, warisan budaya, dan kerja sama regional. Melalui sesi-sesi ini, peserta saling bertukar perspektif dan hasil penelitian sekaligus mengidentifikasi peluang untuk inisiatif kolaboratif di masa depan.

Selain presentasi akademik, konferensi ini menekankan keterlibatan lintas budaya melalui pameran dan pertunjukan seni budaya yang menyoroti keragaman serta dinamika masyarakat Asia. Kegiatan-kegiatan ini memberikan kesempatan berharga bagi para peserta untuk terhubung lintas disiplin ilmu dan batas negara. Partisipasi UGM dalam konferensi ini mencerminkan upaya berkelanjutan universitas untuk mempromosikan keilmuan yang terlibat secara internasional dan membina kemitraan bermakna untuk mengatasi tantangan global maupun regional. Acara ini juga berfungsi sebagai platform untuk memperluas jaringan akademik dan mengeksplorasi peluang penelitian kolaboratif dengan berbagai institusi di Asia dan sekitarnya.

Melanjutkan momentum yang terbangun di Lahore, Universitas Gadjah Mada akan menjadi tuan rumah lokakarya internasional serupa di Yogyakarta, Indonesia, pada 19 hingga 23 Oktober 2026. Lokakarya ini dirancang sebagai forum akademik inklusif yang menyambut peserta dari berbagai latar belakang disiplin ilmu, institusi, budaya, dan geografis. Sejalan dengan komitmen UGM terhadap kesetaraan sosial dan inklusivitas, program ini akan menyediakan platform bagi para akademisi, peneliti, praktisi, dan perwakilan masyarakat untuk berdialog, berbagi perspektif, dan bertukar pengetahuan tentang isu-isu yang relevan bagi masyarakat. Melalui inisiatif ini, UGM berupaya membina lingkungan akademik yang menghargai keberagaman, mempromosikan partisipasi yang setara, serta mendorong keterlibatan lintas budaya dan interdisipliner.

Melalui partisipasinya dalam CHSS 2026 dan perannya yang akan datang sebagai tuan rumah, UGM terus menunjukkan komitmennya untuk memajukan penelitian yang berdampak, membina dialog internasional, dan berkontribusi pada pengembangan solusi inklusif dan berkelanjutan terhadap tantangan global masa kini. Bagi Universitas Gadjah Mada, keterlibatan ini tidak hanya mewakili peluang untuk pertukaran ilmiah, tetapi juga upaya strategis untuk memperkuat posisi universitas sebagai institusi terdepan dalam memfasilitasi kolaborasi akademik regional dan global.

Meraih Paper Terbaik, Cerita Sofiana, Joko, dan Mulya Berjalan di Sepatu Perempuan dalam Sastra Indonesia

Rilis Berita Senin, 21 September 2026

Ada pertanyaan yang mula-mula terdengar sederhana namun sukar dijawab: siapa yang berhak menceritakan perempuan?

Pertanyaan itu membawa Sofiana Martha Rini dan dua rekannya, Priyo Joko Purnomo serta Mulya Atmana Dwiyana WNA, jauh lebih dalam. Dari tugas mata kuliah prosa, tulisan mereka berkembang menjadi paper yang dipresentasikan dalam The 2nd International Conference Bali Gender Studies Forum (BGSF) 2026.

Paper berjudul Walking in Her Shoes: Gender and Ethics of Representing Women in Post-Reform Indonesian Novels (2000–2025) itu kemudian meraih penghargaan Best Paper dalam konferensi yang diselenggarakan Yayasan Bali Sruti pada 28–29 Agustus 2026 secara daring.

Bagi Sofiana, paper tersebut sebenarnya tidak  tiba-tiba lahir dari meja penelitian yang penuh buku dan teori. Ia bermula dari kegelisahan.

Salah satunya ketika Sofiana membaca dan memikirkan kembali karya karya Panji Sukma. Dari sana muncul pertanyaan tentang representasi: bagaimana perempuan ditulis, siapa yang menuliskannya, dan apakah pengalaman perempuan bisa benar-benar direpresentasikan secara utuh oleh orang lain.

Pertanyaan itu rupanya tidak selesai setelah satu kali membaca.

“Intinya tuh kita harus tahu representasi itu sulit untuk tidak bias,” kata Sofiana.

Kegelisahan tersebut bahkan sempat ia bawa ke diskusi lain, termasuk ketika mengikuti summer school. Ia berdiskusi dengan seorang dosen sekaligus sastrawan Ramayda Akmal dan Prof. Arnez mengenai persoalan representasi dan batas-batas seseorang ketika mencoba menceritakan pengalaman yang bukan miliknya.

Dari sana, topik yang awalnya berangkat dari satu karya melebar menjadi pertanyaan yang lebih besar: bagaimana perempuan direpresentasikan dalam sastra Indonesia setelah Reformasi?

Sofiana bersama kedua rekannya kemudian tidak berhenti pada satu atau dua novel. Mereka membaca 21 novel Indonesia yang terbit antara 2002 hingga 2025, karya pengarang laki-laki maupun perempuan, dari latar sastra dan kecenderungan ideologis yang berbeda.

Kerangka berpikir mereka salah satunya berangkat dari gagasan Stuart Hall mengenai representasi. Representasi, dalam kerangka ini, adalah yang tebarluasnya tanpa tepi dan bukan hanya menghadirkan sesuatu agar terlihat. Ia merupakan proses ketika makna tentang sesuatu diproduksi.

Maka pertanyaannya pun bergeser menjadi: siapa yang membangun makna tentang perempuan itu? Dari sudut pandang siapa pengalaman perempuan diceritakan? Dan siapa yang memiliki otoritas untuk merepresentasikan perempuan?

Untuk membedahnya, mereka menggunakan sejumlah perangkat teori, antara lain konsep male gaze dari Laura Mulvey serta konsep fokalisasi dan non-narratorial commentary dalam naratologi Mieke Bal.

Hasil pembacaan terhadap puluhan tokoh perempuan dalam 21 novel itu menunjukkan pola yang menarik. 

Perempuan memang semakin sering muncul sebagai pusat cerita. Tetapi menjadi pusat cerita tidak otomatis berarti menjadi pusat kuasa. Perempuan boleh bicara. Tetapi siapa yang menentukan?

Dalam sejumlah novel, Sofiana dan timnya menemukan perempuan masih banyak ditempatkan mengelilingi tokoh laki-laki.

Ada perempuan yang berbicara, merasa, mencintai, bahkan mengambil keputusan. Namun suara tersebut tetap berada dalam struktur cerita yang ditentukan oleh tokoh laki-laki.

Contohnya mereka temukan dalam Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahman El Shirazy. Aisha memiliki suara dan pengalaman emosionalnya sendiri. Tetapi cara pembaca mengenali pengalaman itu tetap berhubungan erat dengan posisi Fahri sebagai pusat cerita.

Pola lain muncul ketika perempuan sudah menjadi tokoh utama.

Namun sekali lagi, menjadi protagonis belum tentu berarti memiliki otoritas.

Dalam pembacaan mereka terhadap sejumlah novel, perempuan bisa menjadi pusat perhatian narasi, tetapi keputusan mengenai bagaimana tubuh, pengalaman, trauma, maupun kehidupannya dimaknai tetap dapat dikendalikan oleh struktur naratif yang lebih besar.

Pada tahap ini, Sofiana menemukan perbedaan penting antara agency dan authority.

Perempuan dapat memiliki agensi, yakni mampu memilih, bertindak, menolak, bahkan melawan. Tetapi itu belum tentu berarti ia memiliki otoritas untuk menentukan bagaimana kisahnya sendiri dimaknai.

Lalu, bagaimana jika perempuan menulis perempuan?

Pertanyaan tersebut membawa penelitian mereka ke bagian berikutnya. Apakah representasi otomatis menjadi lebih etis ketika perempuan menjadi penulisnya? Jawabannya ternyata tidak sesederhana itu.

Sofiana dan timnya juga membaca karya-karya yang ditulis pengarang perempuan. Di sana mereka menemukan perempuan memang dapat hadir dengan suara, pengalaman, dan persoalan yang lebih beragam.

Tapi bagi mereka, jenis kelamin pengarang bukan satu-satunya ukuran. Sebab persoalannya bukan semata-mata siapa si empunya pena. Yang lebih penting adalah bagaimana teks tersebut memproduksi makna tentang perempuan dan sejauh mana teks menyadari batas-batas otoritasnya ketika berbicara tentang pengalaman orang lain.

Karena itu, kesimpulan paper mereka justru terasa seperti pertanyaan yang sengaja dibiarkan tanpa closure.

Can we ever fully walk in her shoes?

Mungkin tidak. Dan justru karena itulah, kata Sofiana dan timnya, sastra perlu menyadari bahwa tidak ada seseorang yang bisa sepenuhnya berjalan dengan sepatu orang lain.

Tugas etisnya bukan berpura-pura telah sampai pada pengalaman tersebut. Perlu menyadari batas.

Dari tugas kuliah, menariknya, paper yang membawa Sofiana meraih penghargaan itu bermula dari sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan mahasiswa: tugas kuliah.

Tulisan tersebut berangkat dari tugas mata kuliah prosa. Setelah dikerjakan dan dibaca kembali, Sofiana bersama kedua rekannya melihat ada gagasan yang masih bisa dikembangkan.

Mereka kemudian merevisi tulisan tersebut dan mengikutsertakannya dalam call for paper BGSF.

Yayasan Bali Sruti sendiri selama ini mengembangkan penerbitan di bidang literasi akademik, sosial, budaya, perempuan dan anak, bahasa, hingga kebijakan publik. Lembaga tersebut juga memiliki lini penerbitan prosiding dan book chapter. Paper Sofiana dan tim akhirnya dipresentasikan secara daring pada 28 Agustus.

Waktu presentasinya pun tidak panjang. Hanya sekitar enam menit.

Enam menit untuk membawa 21 novel, sejumlah teori, kegelisahan akan representasi, dan pertanyaan tentang otoritas ke hadapan forum internasional.

Pada akhirnya, paper itulah yang membawa nama Sofiana dan timnya meraih Best Paper. Penghargaan tersebut datang tidak hanya karena banyaknya novel yang mereka baca atau teori yang mereka gunakan. Ada perjalanan yang lebih panjang di belakangnya: tugas kuliah yang tidak berhenti hanya sebagai tugas, sebuah kegelisahan yang terus dipikirkan, lalu sebuah pertanyaan yang terus dibawa sampai ke ruang konferensi.

Siapa yang berhak menceritakan perempuan?

Sofiana sendiri tidak memberikan jawaban yang sederhana. Barangkali memang tidak ada.

Sebab semakin jauh ia membaca, semakin jelas bahwa persoalan representasi bukan cuma tentang siapa yang berbicara, bahwa ketika ia berbicara mengenai orang lain, selalu ada bagian yang tidak akan pernah sepenuhnya menjadi miliknya.

 

Penulis: Khotibul Umam

Grand Launching Suar Asa 2026 dan Workshop Kesehatan Mental dan Pencegahan Kekerasan Seksual

Rilis Berita Rabu, 9 September 2026

Suar Asa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada menggelar Grand Launching Suar Asa 2026 yang dirangkaikan dengan workshop pendampingan kesehatan mental dan pencegahan kekerasan seksual pada Jumat, 4 September 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Margono FIB UGM.

Acara dibuka oleh Dr. Nur Saktiningrum, S.S., M.Hum., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FIB UGM. Dalam sambutannya, Dr. Nur Saktiningrum menekankan pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang aman, sehat, dan mendukung kesejahteraan seluruh sivitas akademika.

Workshop menghadirkan dr. Bagas Suryo Bintoro, Ph.D., dosen Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan, dan Kedokteran Sosial Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM. Dalam kesempatan tersebut, dr. Bagas menyampaikan materi bertajuk “Be Kind: Because ‘Just Kidding’ Isn’t Always Kind”, sebagaimana materi yang sebelumnya disampaikan dalam Kuliah Perdana Program Sarjana FIB UGM 2026.

Melalui materinya, dr. Bagas membahas berbagai persoalan yang dapat memengaruhi kesehatan mental, termasuk rasa kesepian, ketiadaan teman untuk bercerita, serta trauma masa lalu. Ia juga mengajak peserta untuk lebih memahami batasan dalam bercanda karena candaan yang dianggap sepele dapat berdampak pada kondisi emosional orang lain. Sikap saling menghargai, empati, serta kebiasaan mengucapkan terima kasih dan meminta maaf menjadi bagian penting dalam membangun relasi yang sehat.

Kegiatan Grand Launching Suar Asa 2026 dan workshop ini menjadi bagian dari komitmen Suar Asa FIB UGM dalam memperkuat pendampingan kesehatan mental sekaligus upaya pencegahan kekerasan seksual di lingkungan fakultas. Sebagai organisasi mahasiswa yang berfokus pada kedua isu tersebut, Suar Asa diharapkan dapat terus menjadi ruang yang aman bagi mahasiswa untuk memperoleh dukungan dan informasi yang dibutuhkan.

Tak lupa, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui peningkatan kesadaran dan dukungan terhadap kesehatan mental sivitas akademika. Kegiatan ini juga sejalan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dengan memberikan edukasi mengenai kesehatan mental, relasi yang sehat, dan pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan. Selain itu, upaya pencegahan kekerasan seksual turut mendukung SDG 5: Kesetaraan Gender, terutama dalam mendorong terciptanya lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan berbasis gender. 

[Humas FIB, Maylafaizza Nafisha Zifa]

Menjaga Kemandirian dan Karakter Lewat Kemah Sastra 

Rilis Berita Jumat, 21 Agustus 2026

Yogyakarta— Magister Sastra Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar Kemah Sastra bersama Alam-Semesta 2026 di Pondok A. Salam, Kalimasada, pada Jumat (14/8) hingga Sabtu (15/8). Mengusung semangat pengabdian dan kebersamaan, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan para pegiat sastra sekaligus ruang untuk kembali merefleksikan posisi sastra dalam kehidupan.

Kemah Sastra berlangsung secara sederhana dan nonkomersial. BagiProf. Dr. Aprinus Salam, M.Hum., Ketua Program Studi Magister Sastra UGM sekaligus fasilitator kegiatan ini, salah satu hal penting dari sastra, termasuk penyelenggaraan Kemah Sastra Magister Sastra FIB UGM di Pondok A. Salam, Kalimasada, adalah upaya menjaga kemandirian dan mempertahankan karakter manusia.

“Hal yang penting dari sastra, termasuk Kemah Sastra Magister Sastra FIB UGM di Pondok A. Salam, Kalimasada, adalah upaya menjaga kemandirian dan mempertahankan karakter. Peluang untuk tidak berhasil mungkin lebih besar.”

Menurut Aprinus, upaya tersebut tidak mudah. Dalam sejarahnya, sastra justru menempatkan diri secara elegan ketika berhadapan dengan kekuasaan politik dan ekonomi, termasuk dengan konstruksi sosial-budaya yang hierarkis dan asimetris.

“Secara adab dan estetik, sastra adalah upaya-upaya untuk terus menerus mengklarifikasi mana kehidupan yang terkontaminasi dan mana yang seharusnya diperjuangkan.”

Pandangan tersebut memberikan konteks yang lebih luas terhadap pelaksanaan Kemah Sastra yang digelar secara sederhana. Kegiatan ini tidak dirancang sebagai acara komersial atau kegiatan yang mengejar kemewahan fasilitas, tetapi sebagai ruang perjumpaan dan konsolidasi melalui sastra.

Aprinus menilai, menjaga kemandirian merupakan sesuatu yang berat dan kemungkinan mengalami kegagalan cukup besar. Terlebih, menurutnya, kinerja-kinerja independen semakin sulit dilakukan. Banyak warga negara berada dalam kondisi serba terbatas dan tidak cukup terlatih untuk mandiri.

Namun, bagi sastra, persoalan kemandirian tidak dapat dipisahkan dari upaya mempertahankan karakter kemanusiaan.

“Dalam sejarahnya, sastra adalah ruang konsolidasi untuk mempertahankan karakter kemanusiaan yang asli. Sastra adalah ruang perjuangan untuk mempertahankan karakter manusia yang murni. Sastra adalah cara untuk mempertahankan hati nurani manusia.”



Peserta Kemah Sastra 2026 direkrut melalui proses kurasi karya. Para calon peserta diminta menyerahkan sedikitnya satu cerpen atau lima puisi. Dari karya yang masuk, sekitar 40 persen peserta atau kurang lebih 40 orang dinyatakan lolos kurasi.

Karya-karya peserta selanjutnya akan dihimpun dalam antologi cerpen dan puisi. Untuk tahap awal, buku antologi akan diterbitkan dalam bentuk buku fotokopi sesuai kebutuhan. Apabila buku tersebut dinilai baik dan layak dikembangkan, ke depan akan diupayakan pengurusan ISBN.

Dengan demikian, Kemah Sastra tidak hanya menjadi ruang berkumpul, tetapi juga mempertemukan proses penciptaan, pembacaan, kurasi, dan perbincangan sastra dalam satu ruang yang relatif sederhana.

Kegiatan dimulai Jumat (14/8) pukul 14.00. Sebelumnya, peserta hadir dan dilakukan pembagian kelompok,kemudian peserta mengikuti salat bersama sekaligus menerima informasi kegiatan. Sore hari diisi dengan perkenalan, ngobrol, jalan-jalan, olahraga ringan, dan menikmati suasana kebun di Kalimasada. Menjelang malam, peserta menikmati matahari terbenam sebelum melanjutkan kegiatan malam.

Setelah makan malam, rangkaian acara diisi dengan Orasi Sastra bersama Muhammad Lutfi Dwi Kurniawan dan Rini Febriani Hauri. Acara dilanjutkan dengan pembacaan Catatan Kuratorial. Peserta kemudian mengikuti sesi Ngobrol Santai bersama Mahfud Ikhwan bertajuk Unggunan Cerita.

Malam ditutup dengan pembacaan puisi dan cerpen serta acara bebas. Peserta kemudian beristirahat dan melanjutkan kegiatan pada Sabtu pagi.

Meski hanya berlangsung sekitar 18 jam, Aprinus melihat Kemah Sastra sebagai sebuah praktik kecil yang memperlihatkan upaya manusia untuk menjaga kemandirian dan karakter. Namun, ia sekaligus mengingatkan bahwa tantangan sesungguhnya justru muncul setelah kegiatan selesai.

“Seperti Kemah Sastra, misalnya, mungkin pada saat mempraktikkan Kemah Sastra, seolah memang ada upaya menjaga kemandirian dan mempertahankan karakter manusianya masing-masing. Sayangnya, hal itu cuma berlangsung 18 jam.”

Sabtu pagi, peserta bangun dan melaksanakan salat Subuh, dilanjutkan dengan kegiatan santai seperti jalan pagi, ngopi, dan ngeteh. Setelah sarapan, peserta melakukan foto bersama dan mempersiapkan kepulangan.

Bagi Aprinus, berakhirnya Kemah Sastra bukan berarti berakhir pula perjuangan yang dibicarakan dan dipraktikkan selama kegiatan. Justru setelah kembali ke kehidupan sehari-hari, tantangan untuk mempertahankan kemandirian dan karakter kemanusiaan kembali dihadapi masing-masing.

“Selesai Kemah Sastra, kita harus berjuang sendiri-sendiri lagi, terjebak dalam berbagai rutinitas politik yang bising, terjebak dalam rutinitas ekonomi yang mencemaskan, terjebak dalam rutinitas sosial budaya yang membosankan.”

Karena itu, meskipun berlangsung singkat dan dengan fasilitas yang terbatas, Kemah Sastra diharapkan menjadi semacam jeda dari berbagai rutinitas tersebut—sebuah ruang untuk bertemu, membaca, menulis, berbicara, dan mendengarkan kembali suara hati nurani melalui sastra.

Fasilitas Kemah Sastra memang masih terbatas. Keterbatasan tersebut justru menjadi bagian dari pengalaman kemah: hidup bersama dengan fasilitas sederhana, berbagi ruang, berbagi cerita, serta belajar mengatur kebutuhan secara mandiri.

Dengan jadwal kegiatan yang cukup padat, peserta diharapkan disiplin terhadap waktu dan menjaga kekompakan. Namun, di atas semua itu, Kemah Sastra 2026 diharapkan menjadi ruang yang menyenangkan—tempat sastra tidak hanya dibicarakan, tetapi juga dihidupi melalui kebersamaan.

Sebab, sebagaimana ditekankan Prof. Aprinus Salam, sastra pada akhirnya bukan hanya perkara karya dan estetika. Ia juga merupakan upaya untuk mempertahankan sesuatu yang lebih mendasar: kemandirian, karakter kemanusiaan, dan hati nurani.

 

Penulis: Khotibul Umam

 

FIB UGM Raih Juara II Pertandingan Voli Persahabatan Klaster Humaniora

Rilis Berita Rabu, 19 Agustus 2026

Lomba bola voli antar-tenaga kependidikan (tendik) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), Fakultas Filsafat, Fakultas Psikologi, dan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) kembali digelar. Acara ini berlangsung di Lapangan Voli Selatan FEB pada 14 Agustus 2026, mulai pukul 07.30 hingga 09.30 WIB. Sekitar 45 tendik wanita antusias mengikuti perlombaan ini, dengan jumlah masing-masing 10 pemain per tim.

Ajang olahraga antar-fakultas ini digelar secara khusus dalam rangka menyemarakkan peringatan Dies Natalis FEB yang ke-71.

Sejak babak pertama, kompetisi berjalan dengan lancar dan penuh keseruan hingga sampai pada babak final yang mempertemukan tim tendik FIB dan FEB. Pertandingan final ini menyuguhkan beberapa rally yang sangat sengit. Sorakan tak henti-henti dari tendik FIB di pinggir lapangan berhasil membuat suasana pertandingan menjadi panas sekaligus mendebarkan.

Pada akhirnya, tim tendik FEB berhasil menjadi pemenang dengan skor bersih 3-0 atas FIB. Meski belum beruntung di final, tendik FIB tetap terlihat gembira dan bangga atas peningkatan kualitas permainan tim mereka. “Ndak papa ya juara 2, kita sudah jauh berbeda daripada dulu,” ujar Vivin, salah satu tendik FIB seusai pertandingan. 

Olahraga sebagai Bagian dari Work-Life Balance, pertandingan voli persahabatan ini memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kompetisi olahraga. Kegiatan bersama antarfakultas menjadi salah satu bentuk upaya membangun work-life balance, yaitu keseimbangan antara tanggung jawab pekerjaan dengan kesehatan fisik, relasi sosial, dan kesejahteraan individu. Aktivitas olahraga bersama memberikan kesempatan bagi dosen dan tenaga kependidikan untuk beraktivitas fisik, mengurangi kejenuhan dari rutinitas pekerjaan, sekaligus membangun hubungan interpersonal yang lebih positif. Lingkungan kerja yang sehat dan suportif diharapkan dapat memberikan dampak terhadap peningkatan semangat, kebahagiaan, produktivitas, serta kualitas kerja sivitas akademika. 

Bagi FIB UGM, kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen untuk menciptakan lingkungan kerja dan lingkungan akademik yang sehat, inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada kesejahteraan sivitas akademika. Mendukung Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Pelaksanaan Pertandingan Voli Persahabatan Klaster Humaniora turut berkontribusi terhadap pencapaian sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs) yang relevan, antara lain:

SDG 3 – Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera)
Kegiatan olahraga bersama mendorong penerapan gaya hidup sehat melalui aktivitas fisik sekaligus memberikan ruang rekreasi dan relaksasi bagi sivitas akademika.

SDG 4 – Quality Education (Pendidikan Berkualitas)
Meskipun merupakan kegiatan nonakademik, aktivitas olahraga dan interaksi lintas fakultas mendukung terbentuknya lingkungan pendidikan yang holistik.

SDG 5 – Gender Equality (Kesetaraan Gender)
Kegiatan olahraga bersama dapat menjadi ruang partisipasi yang setara bagi sivitas akademika tanpa membedakan gender, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan kampus yang inklusif dan memberikan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan olahraga.

SDG 8 – Decent Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi)
Upaya membangun work-life balance, kesehatan, kebugaran, dan kesejahteraan dosen serta tenaga kependidikan mendukung terciptanya lingkungan kerja yang sehat dan produktif.

SDG 10 – Reduced Inequalities (Berkurangnya Kesenjangan)
Pertandingan persahabatan menjadi ruang interaksi yang mempertemukan sivitas dari berbagai fakultas dalam posisi yang setara.

SDG 16 – Peace, Justice and Strong Institutions (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh)
Semangat sportivitas, penghormatan terhadap aturan, kerja sama, dan komunikasi yang positif menjadi nilai penting dalam membangun hubungan antarfakultas yang harmonis.

SDG 17 – Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan)
Pertandingan voli persahabatan merupakan bentuk nyata penguatan kemitraan dan kolaborasi antarfakultas di Klaster Humaniora.

Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menghasilkan prestasi olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kampus yang sehat, sejahtera, inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Ke depan, kegiatan olahraga dan kebersamaan antarfakultas diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Selain memperkuat persahabatan dan kemitraan, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menjaga kebugaran, meningkatkan kebahagiaan, serta mendukung terciptanya work-life balance bagi sivitas akademika UGM.

 

[Penulis: Humas FIB, Zaidan Abdurrahman]

123…17

Rilis Berita

  • Pelaksanaan Seminar Proposal Tesis Mahasiswa Pascasarjana Antropologi Budaya
  • Terus Tingkatkan Mutu Akademik, Program Sarjana Bahasa dan Kebudayaan Korea UGM Resmi Raih Akreditasi Internasional ACQUIN
  • Achmad Munjid, Ph.D. Raih Hibah Perjalanan Internasional untuk Penelitian Humaniora
  • Universitas Gadjah Mada Memperkuat Kolaborasi Akademik Internasional melalui Partisipasi dalam CHSS 2026 di Lahore
  • Asah Kreativitas Fotografi, Medinfo HIMАJE Gelar Workshop bagi Mahasiswa BKJ UGM 

Arsip Berita

Video UGM

[shtmlslider name='shslider_options']
Universitas Gadjah Mada

Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
Jl. Nusantara 1, Bulaksumur Yogyakarta 55281, Indonesia
   fib@ugm.ac.id
   +62 (274) 513096
   +62 (274) 550451

Unit Kerja

  • Pusat Bahasa
  • INCULS
  • Unit Jaminan Mutu
  • Unit Penelitian & Publikasi
  • Unit Humas & Kerjasama
  • Unit Pengabdian kepada Masyarakat & Alumni
  • Biro Jurnal & Penerbitan
  • Teknologi Informasi dan Pangkalan Data
  • Pusaka Jawa

Fasilitas

  • Perpustakaan
  • Laboratorium Bahasa
  • Laboratorium Komputer
  • Laboratorium Fonetik
  • Student Internet Centre
  • Self Access Unit
  • Gamelan
  • Guest House

Informasi Publik

  • Daftar Informasi Publik
  • Prosedur Permohonan Informasi Publik
  • Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat
  • Daftar Informasi Wajib Berkala

Kontak

  • Akademik
  • Dekanat
  • Humas
  • Jurusan / Program Studi

© 2024 Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju