Dans notre environnement global, la capacité de communiquer efficacement peut être un défi.
Comme un des véhicules dans la communication globale, le développement de la langue française rencontre de nombreux défis. Intérieurement, les différences culturelles de chaque pays, même les différences sous-culturelles nécessiteraient des différents traitements. Extérieurement, le français a dû entrer dans des concurrences intenses avec plusieurs autres langues internationales, en particulier l’anglais. C’est dans le but de rechercher ces problèmes que cette Conférence International sur le Français (CIF 3) prend le thème « Le français : réflexion sur les défis mondiaux ». Dans cette troisième conférence internationale, organisée par l’APFI en collaboration avec l’Universitas Gadjah Mada, les enseignants aussi bien que les étudiants seront souhaités de partager leurs recherches et idées des études sur la langue, la littérature, la culture, et l’enseignement du français, soit exclusivement soit dans leur comparaison avec l’indonésien.
Rilis Berita
Gaining a cosmopolitan and transnational perspective on place and history allows a rethinking of identities and boundaries that creates a multicultural and multi-narrative reading of current and past realities. This ability is important in today’s world of increasing sectarian and nationalist polarization, producing important counter-narrative that is local, national as well as transnational in scope.
1. Pembayaran SPP/UKT dijadwalkan tanggal 2 – 31 Juli 2018 –> JANGAN SAMPAI TERLAMBAT!
2. SPP, UKT dan atau BOP harus dibayarkan tepat waktu sesuai jadwal pembayaran.
3. UGM tidak akan mentolerir keterlambatan heregistrasi/pembayaran SPP, UKT dan atau BOP.
[gview file=”https://fib.ugm.ac.id/wp-content/uploads/sites/10/2018/06/Hereg-Gasal-2018-2019.pdf” title=”Hereg Gasal 2018-2019″]
Dalam rangka mengikuti event tahunan Kompetisi Pariwisata Indonesia yang kesembilan, prodi Pariwisata FIB mengirimkan beberapa delegasi mahasiswanya ke Bandung. Kompetisi Pariwisata Indonesia (KPI) merupakan event tahunan yang diadakan oleh prodi D3 Usaha Perjalanan Wisata Politeknik Negeri Bandung. Tahun ini KPI telah mencapai tahun kesembilan. KPI 9 ini diadakan di Politeknik Negeri Bandung pada 3—4 Mei 2018.
Beberapa cabang lomba yang diikuti oleh delegasi Pariwisata UGM adalah tourism advertising video, tourism quiz competition, tour package, paper, photography, speech, bussiness event proposal, dan travel writing. Dari delapan cabang lomba yang diikuti tersebut, Pariwisata FIB mampu membawa pulang empat piala. Keempat piala tersebut terdiri dari beberapa cabang lomba, yaitu.
(a) Juara I Paper

a.n Laras Candra Laksi (Pariwisata 2014), Junanto (Pariwisata 2015) dan Anindwitya R Monica (Pariwisata 2014).
(b) Juara III Tourism Advertising Video

a.n Seysha Airunisa Dewanthy (Pariwisata 2017), Muhammad Swastika Ardhi (Antropologi 2017) dan Andewi Rizkya Ramadhani (Pariwisata 2017).
(c) Juara II Tourism Quiz

a.n April Aji Santoso (Pariwisata 2016), Fauzani Ninda Paramitha (Pariwisata 2016) dan Dian Putri Ratnasari (Pariwisata 2016)
(d) Juara III Tourism Quiz.

a.n. Anggita Kartika Sari Rezki (Pariwisata 2016), Nita Suryani (Pariwisata 2016) dan Kornelius Ganang Fajarianto (Pariwisata 2016).
Fakultas Ilmu Budaya UGM kembali menjalin kerja sama dengan instansi lain untuk memeperluas jejaring dalam rangka mewujudkan visi dan misi fakultas. Kali ini FIB menyepakati perjanjian kerja sama (Memorandum of Agreement) dengan Bukit Vista Hospitality Services, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perjalanan wisata dan hospitality yang berbasis di Jimbaran, Bali. Bukit Vista merupakan salah satu mitra Program Studi Pariwisata FIB dalam rangka mengembangkan dan mendukung proses belajar dan mengajar dalam bentuk pemagangan mahasiswa Prodi Pariwisata. Dalam kesempatan ini disepakati kerja sama antara Bukit Vista Hospitality Services dan Prodi Pariwisata FIB secara spesifik. “Namun demikian, diharapkan bahwa kerja sama yang terjalin ini dapat juga dikembangkan dengan prodi dan departemen lain yang ada di lingkungan FIB, seperti Prodi Sastra Prancis, Sastra Inggris, dan prodi lain”, ungkap Dekan FIB UGM, Dr. Wening Udasmoro, M.Hum., DEA.
Pendiri sekaligus CEO Bukit Vista, Jingcho Yang, mengungkapkan pihaknya sangat mengapresiasi terwujudnya kerja sama antara lembaganya dengan FIB UGM. Sebelumnya dalam acara kuliah umum yang digelar di Auditorium Poerbotjaroko FIB, Jingcho Yang mengungkapkan bahwa trend industri hospitality kini sudah mengalami perubahan dengan bermunculannya flatform home sharing seperti Airbnb. “Industri hospitality kini berkembang pesat yang ditandai dengan adanya inovasi, mengutamakan otentisitas, dan mengalami ndesentralisasi. Sehingga siapa pun dapat dengan mudah menjalankan bisnis hospitality. Industri hospitality pada hakekatnya juga sedang mengalami disrupsi”, ungkap Jingcho Yang. CEO Bukit Vista ini juga mengungkapkan bahwa trend perjalanan wisata dalam kelompok kecil telah memicu munculnya inovasi dalam jasa penyediaan akomodasi dan hospitality. “Dalam konteks ini, industri hospitality skala kecil dapat tumbuh dan berkembang berdampingan dengan industri hotel yang selama ini mendominasi industri hospitality”, tambahnya. Ke depan, trend industri hospitality akan membutuhkan sumber daya manusia yang unggul dan inovatif yang mampu merespons dengan kreatif perkembangan industri pariwisata yang bergerak dengan cepat.[popiirawan]
