BAN-PT merupakan lembaga yang menaungi penjaminan mutu suatu perguruan tinggi untuk melihat kualitas Progam Studi, Fakultas, maupun Universitas sebagai tolak ukur dalam pemberian penilaian akreditasi. Progam Studi Arkeologi Universitas Gadjah Mada yang pada sebelumnya berhasil mendapatkan akreditasi A dari BAN-PT, selalu berusaha untuk menjaga nilai akreditasi tersebut supaya tidak berubah. Upaya tersebut terlihat dari usaha pengembangan fasilitas ruang perkuliahan dan dosen, pengembangan perpustakaan, pembaruan kurikulum dan pengembangan kemahasiswaan yang dilakukan Departemen Arkeologi UGM beberapa tahun terakhir.
Pada hari ini Senin, 23 Oktober 2017, ada kunjungan dari dua orang tim asesor Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT) untuk melakukan visitasi akreditasi progam studi Arkeologi Universitas Gadjah Mada. Dua orang perwakilan tersebut adalah Dr. Abdurakhman, M.Hum. yang berasal dari UI dan Drs. Nasution, M.Hum., M.Ed., Ph.D. dari UNESA. Kehadiran beliau merupakan progam yang dilakukan dalam 5 tahun sekali guna untuk keperluan re-akreditasi progam studi Arkeologi Universitas Gadjah Mada.
Ketua Departemen Arkeologi UGM, Dr. Anggraeni, M.A. beserta jajarannya mendampingi tim asesor BAN-PT dalam menjalankan tugasnya untuk melakukan verifikasi data, assessment lapangan, dan wawancara terhadap pengguna, mahasiswa, dan alumni untuk mendapatkan data yang benar-benar valid. Kunjungan visitasinya kali ini, bapak Drs. Nasution, M.Hum., M.Ed., Ph.D. mengutarakan bahwa kegiatan ini dilakukan guna untuk sarana evaluasi dan memberikan rekomendasi bagi setiap progam studi yang akan di re-akreditasi supaya selanjutnya dapat mempunyai manajemen yang bagus dalam mengembangkan mutu pendidikan.(yulioray)
Rilis Berita
Fenomena globalisasi sesungguhnya bukan barang baru yang mewarnai perjalanan peradaban manusia di berbagai belahan dunia. Dalam perkembangannya, globalisasi telah membawa berbagai dampak dalam kehidupan manusi dan hubungan-hubungannya dengan berbagai kebudayaan. Hal ini mengemuka dalam seminar internasional yang diselenggarakan oleh Departemen Antarbudaya, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada dengan judul “Cultures as Competing Forces of Globalization” yang dilaksanakan pada hari Senin, 23 Oktober 2017, bertempat di Auditorium Purbotjaroko FIB UGM. Seminar internasional ini menghadirkan empat pembicara kunci, yakni Prof. Dr. Sangidu, M.Hum. dan Prof. Dr. Ida Rochani Adi, S.U. dari Departemen Antarbudaya UGM, Prof. Sherif Sa’ad al-Jayyar Departemen of Arabic Literature, Bani Suef University, Mesir, dan Dr. Shrimati Das dari Department of English, Nehru Degree College India.
INTERNATIONAL SEMINAR edit akhirDinamika interaksi antarbudaya besar di Indonesia dapat dilacak hingga awal abad ke-5 masehi, saat kebudayaan India mulai memasuki kepulauan Nusantara. Interaksi dengan kebudayaan India ini menjadi dasar dari munculnya kerajaan-kerajaan besar di Indonesia, mulai dari Tarumanegara hingga Majapahit. Periode ini meninggalkan beberapa peninggalan yang masih bisa dilihat hingga kini berupa candi-candi yang tersebar di wilayah Nusantara, khususnya pulau Jawa. Selain kebudayaan India, kebudayaan Indonesia juga dipengaruhi oleh kebudayaan-kebudayaan yang datang setelahnya, seperti kebudayaan Islam dan Eropa. Interaksi antara kebudayaan asli di Nusantara dan kebudayaan-kebudayaan luar telah mewarnai perjalanan peradaban Nusantara. Hal ini mengemuka dalam kuliah terbatas yang disampaikan oleh Dr. Mimi Savitri, M.A. dari Departemen Arkeologi di hadapan 24 mahasiswa dan dosen International University (INTI) Malaysia, yang melakukan kunjungan ke kampus Fakultas Ilmu Budaya UGM pada hari Kamis, 19 Oktober 2017. Selain untuk mengikuti kuliah terbatas mengenai kebudayaan Indonesia, kunjungan ini juga dimaksudkan untuk mempererat kerja sama antar kedua institusi.(popiirawan)
Sebagai bagian dari Tri Dharma perguruan tinggi, upaya menerbitkan dan mendiseminasi hasil-hasil penelitian agar dapat diakses publik dan komunitas akademik global sudah menjadi keniscayaan di kalangan akademisi. Hal ini disadari oleh Fakultas Ilmu Budaya UGM untuk memfasilitasi para tenaga pendidik untuk menerbitkan artikel dan hasil-hasil penelitian dalam jurnal internasional bereputasi.
Dalam rangka memfasilitasi para dosen dalam mengakses kesempatan penulisan di jurnal internasional bereputasi, Fakultas Ilmu Budaya UGM mengadakan “Writing Workshop for Article Publication in the International Journals” yang menghadirkan Dr. Maitrii Aung-Thwin, Editor Journal of South East Asian Studies dari National University of Singapre (NUS), dan Dr. Mulaika Hijjas, Editor jurnal Indonesia and Malay World dari School of Oriental and African Studies, London. Workshop ini merupakan tahap akhir dari serangkaian workshop dalam rangka menerbitkan artikel para dosen FIB UGM yang diharapkan dapat terbit pada jurnal internasional bereputasi.(popiirawan)
Boyolali – Pada 11 Oktober 2017, Sastra Jepang FIB UGM menggelar kunjungan industri ke PT Bengawan Solo Garment Indonesia (PT BSGI), sebuah perusahaan garmen yang bertempat di Boyolali, Jawa Tengah. Kegiatan ini diikuti oleh 14 orang mahasiswa Sastra Jepang UGM 2014. Dua orang dosen Sastra Jepang yakni Bapak Stedi Wardoyo, dan bapak Mulyadi juga turut mendampingi dalam kegiatan ini.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mengenalkan mahasiswa dengan dunia kerja terutama dalam industri garmen yang ada di pulau Jawa. Setelah terakhir diadakan dua tahun lalu, kegiatan ini dilaksanakan kembali tahun ini dan diharapkan dapat terus berjalan tiap tahunnya.
Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 ini dimulai dengan diberikannya sambutan oleh Yamawaki Yutaka selaku Financial Manager PT BSGI. Kemudian diberikan penjelasan mengenai industri tersebut oleh Ibu Yuni, selaku Staff PT BSGI. Dalam sesi selanjutnya, yakni diskusi, nampak jelas antusiasme mahasiswa lewat pertanyaan-pertanyaan yang diberikan.
Kemudian, mahasiswa diajak mengelilingi dan melihat proses pembuatan garmen di pabrik bersama staff. Di akhjr pertemuan dengan pihak PT BGSI, mahasiswa dan dosen berkesempatan bertemu dengan direktur PT BGSI, Yoji Mori.
“Semoga kunjungan ini dapat berguna kedepannya. Kami dengan tangan terbuka menerima teman-teman mahasiswa sekalian ketika telah lulus nanti.” ujar beliau.
Semoga dengan adanya program seperti ini, mahasiswa semakin dapat mengembangkan potensi diri dan memahami jenjang berkarir di berbagai bidang.(Fitria N.)
