Jawa Barat, 29 Juli 2025 – mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dari Program Studi Sastra Arab, Fakultas Ilmu Budaya, melaksanakan pemasangan plang pariwisata multi-bahasa di Pantai Batu Nunggul. Kegiatan ini dilakukan oleh tim KKN-PPM UGM 2025 sebagai upaya memberikan penunjuk arah sekaligus edukasi dengan menggunakan bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan potensi wisata mangrove serta mendukung pengembangan pariwisata di situs yang kurang dikunjungi akibat minimnya informasi akses.

Plang bertuliskan “Mangrove” dan “Pantai Batu Nunggul Beach” dipasang di area pesisir menuju mangrove untuk memandu wisatawan ke spot wisata tersebut. Selain sebagai penanda arah, plang ini juga berfungsi sebagai media edukasi tentang pelestarian lingkungan dan promosi destinasi wisata yang kurang terkenal. Kegiatan ini sejalan dengan SDGs 4: Quality Education untuk pendidikan berkualitas, serta SDGs 15: Life on Land untuk perlindungan ekosistem darat.
Penulis: Muhammad Satria Revaldi
Yogyakarta, 31 Juli 2025 – Kabar duka datang dari sosok inspiratif Sastrawan Jawa Modern, mendiang Eyang Catharina I Sarjoko, yang akrab disapa Nini Klenyem. Beliau lahir di Dusun Grabahan Sumberadi Mlati Sleman pada tanggal 25 November 1939 dan mengabdikan hidupnya untuk seni bercerita serta pelestarian budaya Jawa.
Sebagai penulis tertua yang masih aktif di wilayah DIY, Eyang Nini Klenyem mendapatkan berbagai penghargaan, termasuk pengakuan dari Badan Bahasa Yogyakarta (BBY). Kontribusinya terhadap sastra Jawa sangat mendalam, dengan cerkak-cerkaknya dipublikasikan di berbagai media seperti majalah Jayabaya, Jaka Lodang, Mekarsari, Memetri, dan Belik. Beliau juga menulis buku antologi cerkak berjudul “Drangsa,” yang menampilkan suara dan perspektif uniknya.
Pada tahun 2023, sekelompok mahasiswa dari Jurusan Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Alma, Deta, Rachel, dan Dian berkesempatan mengunjungi rumah Eyang Nini Klenyem untuk melakukan wawancara sebagai bagian dari lomba Reportase Sastra Jawa. Pertemuan ini menjadi momen berharga bagi para mahasiswa, karena mungkin merupakan pertemuan terakhir mereka dengan penulis yang mereka cintai. Mereka didampingi oleh Dra. Wiwien Widyawati Rahayu, M.A. , dosen pembimbing lomba pada saat itu.
Karya Eyang Nini Klenyem, terutama ceritanya yang berjudul “Nalika Surya Wis Gumlewang,” adalah bukti kemampuan sastra beliau. Kumpulan cerkak ini mencerminkan kekayaan budaya Jawa dan kompleksitas emosi manusia. Kemampuannya untuk menggabungkan tema tradisional dengan isu-isu kontemporer menjadikannya sosok penting dalam dunia sastra Jawa.
Karya Eyang Nini Klenyem juga menjadi sumber pendidikan bagi generasi mendatang. Cerita-ceritanya tidak hanya menghibur tetapi juga mendidik pembaca tentang tradisi, nilai-nilai Jawa, dan pentingnya pelestarian warisan budaya. Hal ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 4, yang menekankan pendidikan berkualitas yang inklusif dan merata serta mempromosikan kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua.
Sebagai kesimpulan, berpulangnya Eyang Nini Klenyem membuat duka mendalam bagi para penggemar sastra jawa, tetapi Eyang Nini Klenyem akan terus hidup melalui karya-karyanya dan banyaknya kehidupan yang telah beliau sentuh. Saat kita mengenang kontribusinya, marilah kita juga berkomitmen untuk menumbuhkan kecintaan terhadap sastra dan pendidikan, memastikan bahwa cerita-cerita budaya kita terus diceritakan dan dirayakan.
[Humas FIB UGM, Alma Syahwalani]
Cirebon, 27/7/2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Getrakmoyan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, dengan mengangkat tema “Edukasi Eco Paving untuk Lingkungan Berkelanjutan” sebagai upaya konkret dalam menanggulangi pencemaran lingkungan akibat sampah plastik.
Program ini merupakan kolaborasi interdisipliner antara Anisah A’bidah, mahasiswi Program Studi Sastra Arab, Fakultas Ilmu Budaya (rumpun Soshum), dan Sandhi Vardhana Rally, mahasiswa Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik (rumpun Saintek). Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 19 dan 26 Juli 2025 ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pelatihan pembuatan paving block ramah lingkungan berbasis limbah plastik, dengan sasaran utama pemerintah desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai mitra strategis dalam keberlanjutan program.
Rangkaian kegiatan diawali dengan survei terhadap potensi dan volume sampah plastik di lingkungan sekitar sebagai dasar pemetaan kebutuhan. Setelah itu, tim menyusun materi edukasi serta panduan teknis pembuatan eco paving block, dan berdiskusi bersama pihak desa serta BUMDes untuk menyepakati langkah pelaksanaan. Seluruh alat dan bahan, seperti drum bekas, kayu bakar, dan sampah plastik dikumpulkan secara swadaya, sementara cetakan paving dibeli secara mandiri oleh tim KKN guna menunjang proses produksi.
Kegiatan ini mendapat tanggapan positif dari Kepala Desa Getrakmoyan, Bapak Junandi. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif yang inovatif dan baru pertama kali dilakukan di Desa Getrakmoyan. “Kami menyambut baik kegiatan ini karena sangat bermanfaat. Harapannya, dapat menjadi solusi atas permasalahan sampah plastik di desa kami dan membawa dampak positif bagi lingkungan serta masyarakat,” ujar beliau. Harapannya, hasil dari program ini tidak hanya dimanfaatkan sebagai fasilitas umum, tetapi juga dapat dikembangkan lebih lanjut oleh desa atau BUMDes sebagai produk bernilai ekonomi.
Dengan keterlibatan aktif masyarakat dan dukungan kelembagaan desa, program ini diharapkan terus berlanjut sebagai model pengelolaan sampah terpadu di tingkat lokal. Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Penulis: Anisah A’bidah
Yogyakarta, 23/7/2025 – Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada kembali menggelar prosesi wisuda program pascasarjana untuk periode IV tahun ajaran 2024/2025 pada Rabu, 23 Juli 2025. Acara berlangsung di Auditorium lantai 7, Gedung Soegondo, FIB, UGM dengan dihadiri oleh para pimpinan fakultas, dosen, dan keluarga wisudawan menjadikan suasana lebih khidmat dan penuh rasa syukur. Pada periode ini, Program Studi Magister Sastra berhasil meluluskan tiga orang wisudawati, salah satunya adalah Maharanny Setiawan Poetri yang berhasil meraih predikat sebagai lulusan tercepat.
Maharanny merupakan mahasiswa jalur by research angkatan semester genap 2023/2024. Program by research merupakan program khusus di Magister Sastra yang menawarkan struktur studi yang lebih fokus pada penelitian dan memiliki beban mata kuliah yang lebih sedikit dibandingkan jalur reguler. Hal yang membedakan antara program by research dan program reguler adalah calon mahasiswa program by research harus melampirkan proposal tesis sebagai syarat pendaftaran. Program ini ditujukan bagi mahasiswa yang sudah memiliki fokus riset yang kuat dan kesiapan untuk langsung terjun dalam proses penulisan tesis secara intensif.
Dengan semangat dan dedikasi tinggi, Maharanny menyelesaikan studi pascasarjana hanya dalam tiga semester. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa penyelesaian studi dalam waktu yang singkat bukanlah hal yang mustahil, selama disertai dengan komitmen, kedisiplinan, serta fokus yang jelas terhadap arah penelitian. Pencapaiannya menjadi contoh yang inspiratif bagi siapa pun yang ingin menempuh studi secara efektif dan terarah.
Keberhasilan Maharanny sekaligus menunjukkan fleksibilitas dan inovasi Program Magister Sastra dalam merespons kebutuhan akademik mahasiswa yang beragam. Kehadiran program by research membuka ruang bagi mahasiswa untuk menjalani studi pascasarjana dengan lebih terarah dan efisien, tanpa mengurangi kualitas ilmiah yang diharapkan dari lulusan program magister. Selamat kepada para wisudawan Magister Sastra FIB UGM periode IV tahun akademik 2024/2025. Semoga ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama masa studi dapat menjadi bekal berharga untuk melangkah ke jenjang berikutnya.
Oleh: Marsya Kamila/Humas Magister Sastra
