Sabtu, 17 Oktober 2026 Departemen Antropologi Budaya mengadakan kegiatan
fieldwork ke Wonokerto, Pekalongan sebagai upaya pengamalan pembelajaran secara
praktik pada teori yang sudah dipaparkan di dalam kelas. Peserta fieldwork kali ini
diikuti oleh mahasiswa S1 Antropologi Budaya yang mengambil mata kuliah
“Antropologi Maritim” dengan dosen pengampu Dr. Des Christy dan mahasiswa S2
Antropologi Budaya yang mengambil mata kuliah “Retorika Pembangunan” dengan
dosen pengampu Prof Pujo Semedi Hargo Yuwono dan keterlibatan dosen tamu dari
UIN Pekalongan yakni Mochammad Najmul Afad. Kegiatan fieldwork disusun dengan
menentukan destinasi yang akan dikunjungi oleh peserta agar sesuai pada tujuan
pembelajaran di kelas.
Pagi itu, sembari sarapan, peserta tidak hanya diberi pemenuhan secara logistik,
tetapi juga diberi kuliah umum sebagai wujud pemenuhan pengetahuan lokal dengan
mendatangkan perangkat desa setempat dalam menjelaskan konteks mengenai
Wonokerto kulon. Pak Jodi selaku perangkat desa menerangkan beberapa hal dalam
memperkenalkan daerah secara fundamental seperti konteks sosial, kultural, ekonomi,
dan ekologi dalam sudut pandang kehidupan pesisir. Salah satu poin yang paling
ditekankan oleh Pak Jodi adalah banjir rob yang terus membasahi Wonokerto, yang
turut memengaruhi konteks sosial dan ekonomi dari masyarakat sekitar.
Perkuliahan dilanjutkan dengan beranjak ke Tempat Pelelangan Ikan Wonokerto.
Di sana, mahasiswa secara langsung mengalami proses para nelayan melelang ikan.
Dosen Antropologi Maritim, Dr. Des Christy memberikan kebebasan kepada mahasiswa
dalam mencari data selama proses penugasan yang berbentuk deskripsi kehidupan
masyarakat bisa tercapai. Para mahasiswa menempuh beberapa pendekatan seperti
observasi partisipasi, wawancara, dan etno-fotografi. Selama dua jam, mahasiswa dan
dosen mengobservasi kegiatan pelelangan ikan secara seksama sebelum akhirnya
berpamitan untuk beranjak ke destinasi selanjutnya.
Destinasi selanjutnya dari rangkaian kegiatan fieldwork adalah mengunjungi
shipyard atau kawasan “parkir” bagi kapal-kapal yang secara fungsi sedang beristirahat
atau tempat menunggu bagi kapal yang akan menjalankan kegiatan pelayaran. Dalam
destinasi di shipyard, baik mahasiswa dari mata kuliah Antropologi Maritim dan Retorika Pembangunan memiliki objektif utama untuk menjelajahi kehidupan personal para nelayan. Para mahasiswa diperbolehkan mengeksplorasi kapal-kapal yang sedang
berjejer parkir, terdapat berbagai jenis kapal mulai dari kapal penangkapan skala kecil
hingga penangkapan skala besar. Di sela-sela eksplorasi kapal dan pendekatan kepada
nelayan, mahasiswa dan dosen disuguhkan kuliner ikan pari asap dan sayur mayur,
yang diolah secara khusus oleh warga lokal.
Rangkaian terakhir fieldwork berlangsung pada pemberhentian sejenak di
kawasan Pasar Batik Setono. Para mahasiswa diajak untuk mengeksplor daerah pasar
sembari melihat produk-produk kain batik khas Pekalongan yang punya kekuatan
identitas lokal. Tidak hanya diajak untuk eksplorasi, beberapa mahasiswa turut melarisi
dagangan para pengrajin batik sebagai bentuk dukungan pada komunitas UMKM Batik
Pekalongan. Pembelian batik juga menjadi bentuk pewarisan budaya kepada generasi
lebih muda. Dengan pengetahuan yang lebih lanjut mengenai batik, kain khas
Pekalongan ini punya konteksnya sendiri dalam spektrum kebudayaan yang lebih
besar. Belanja dan cuci mata dengan oleh-oleh khas Pekalongan mengakhiri seluruh
rangkaian perjalanan serta fieldwork yang dilaksanakan oleh mahasiswa serta dosen
terkait, membawa banyak pengalaman serta suka cita dari setiap pertemuan dan
hawa-hawa pesisir yang mengukir perjalanan akademik di masa yang akan datang.
Penulis: Danumurti
Editor: Leonard Dimas
