YOGYAKARTA – Pembelajaran bahasa Arab tidak berhenti pada penguasaan kosakata dan tata bahasa. Cara bahasa dipelajari serta bagaimana bahasa dikaji sebagai sebuah fenomena kebahasaan juga menjadi bagian penting dalam studi Sastra Arab. Hal tersebut menjadi pembahasan dalam kuliah tamu Program Studi Sastra Arab, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada bersama Prof. Dr. Tamer al-Gazawi, dosen linguistik dari Fakultas Sastra, Universitas Canal Suez, pada Rabu 23 September 2026.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Dr. Zulfa Purnamawati, S.S., M.Hum., selaku Kepala Program Studi Sastra Arab UGM. Kuliah tamu ini menghadirkan dua topik yang disesuaikan dengan jenjang mahasiswa. Mahasiswa angkatan 2026 mengikuti sesi “Pembelajaran Efektif Bahasa Arab”, sedangkan mahasiswa angkatan 2025 dan 2024 mengikuti sesi “Pengkajian Linguistik Arab”.
Bagi mahasiswa angkatan 2026, pembahasan mengenai “Pembelajaran Efektif Bahasa Arab” menjadi bagian dari proses mengenal cara belajar bahasa Arab secara lebih mendalam. Sesi tersebut dimoderatori oleh Muhammad Najiib Fauzian, mahasiswa Sastra Arab angkatan 2026. Pembahasan tidak hanya berkaitan dengan bahasa sebagai materi pembelajaran, tetapi juga bagaimana proses belajar dapat diarahkan agar lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan pembelajar.
Sementara itu, mahasiswa angkatan 2025 dan 2024 mengikuti sesi “Pengkajian Linguistik Arab” yang dimoderatori oleh Fahma Nafia. Pada sesi ini, bahasa Arab ditempatkan sebagai objek kajian yang dapat dilihat dari perspektif linguistik. Topik tersebut memberi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas pemahaman mengenai bahasa Arab di luar penggunaannya dalam komunikasi sehari-hari maupun materi yang dipelajari di dalam kelas.
Kehadiran Prof. Tamer juga membawa perspektif akademik yang berbeda ke dalam ruang belajar mahasiswa Sastra Arab UGM. Melalui pemaparan dan diskusi, mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan akademisi di bidang linguistik serta melihat pembelajaran dan kajian bahasa Arab dari sudut pandang yang lebih luas. Pertemuan semacam ini sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan rasa ingin tahu terhadap berbagai persoalan kebahasaan.
Kuliah tamu tersebut menjadi salah satu ruang akademik bagi mahasiswa Sastra Arab UGM untuk mempertemukan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dengan perspektif dari akademisi di luar lingkungan kampus. Pembelajaran bahasa dan kajian linguistik pun tidak hanya dipahami sebagai materi di ruang kelas, tetapi sebagai bidang yang terus berkembang dan dapat dilihat dari beragam pendekatan.
Penulis: Indana Zulfa Maulida
