Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya UGM bekerjasama dengan University of Amsterdam dan Sound and Vision (Beeld and Geluid) menggelar Summer Program bertajuk Re:Sound (Restituting, Reconnecting, Reimagining Sound Heritage). Program ini dilakukan di FIB UGM pada tanggal 6-10 Juli 2026 dan diikuti oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada serta mahasiswa University of Amsterdam. Pembukaan program dilakukan di ruang 709 gedung Soegondo pada hari Senin, 6 Juli 2026.
Program ini dibuka oleh Dr. Nur Saktiningrum, S.S., M.Hum. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan dan Dr. Abdul Wahid selaku Kepala Departemen Sejarah. Mereka mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung bagi para mahasiswa dan seluruh pihak yang turut serta dalam program ini. Dilanjutkan oleh Dr. Sri Margana, S.S., M.Hum. dan Barbara Titus dari Jaap Kunst Collection yang membacakan perkenalan dan tujuan dari diselenggarakannya program Re:Sound yakni sebagai sarana kolektif bagi partisipan untuk mengkaji secara kritis warisan arsip suara, asal usul, kepemilikan, dan agensi kuratorial.
Adapun pembukaan program ini menandai dimulainya serangkaian agenda intensif yang menggabungkan sesi diskusi di dalam ruangan dan juga site visiting. Rangkaian site visit dilakukan di Museum Sonobudoyo, Museum Ullen Sentalu, dan Museum Lokananta. Melalui kombinasi kuliah akademis di kelas dan kunjungan ke berbagai institusi pelestarian budaya ini, Summer Program Re:Sound diharapkan mampu memantik diskursus baru di kalangan generasi muda lintas negara mengenai pentingnya restitusi, konektivitas, dan imajinasi ulang terhadap warisan arsip suara (sound heritage). Kerja sama internasional ini sekaligus menegaskan komitmen FIB UGM dalam mendukung internasionalisasi akademik dan pelestarian budaya.
[Humas FIB, Maylafaizza Nafisha Zifa]

