Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Wisuda Program Sarjana dan Sarjana Terapan Periode III Tahun Akademik 2025/2026 pada Kamis (21/5/2026). Pada periode ini, Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, Fakultas Ilmu Budaya, meluluskan 11 mahasiswa, dua di antaranya merupakan mahasiswa penerima Beasiswa Yayasan Arsari Djojohadikusumo (YAD), yakni Endar Sasmito Aji dan Haryo Untoro. Keduanya berhasil menyelesaikan studi dengan predikat Cum Laude dengan masa studi kurang dari 4 tahun.
Endar Sasmito Aji merupakan mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa yang kerap aktif dalam berbagai kegiatan kesenian budaya Jawa. Mahasiswa asal Kulon Progo ini mengikuti sejumlah komunitas kesenian di lingkungan kampus, seperti Gamelan Mahasiswa Sastra Nusantara (Gamasutra) di tingkat program studi dan Unit Kesenian Jawa Gaya Surakarta (UKJGS) di tingkat universitas. Selain aktif dalam berkesenian, Aji juga pernah mendapatkan pengalaman profesional melalui program magang di Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta. Di bidang organisasi, dirinya pernah menjadi bagian dari Himpunan Mahasiswa Jurusan Keluarga Mahasiswa Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa (HMJ Kamastawa) pada Kabinet Candrabirawa (2023/2024) dan Kabinet Ancalaloka (2024/2025). Ia juga terlibat sebagai panitia dan pemeran pada Gugur Gunung ke-12, panitia dan pengrawit pada Gugur Gunung Ke-13, serta panitia pada Temu Budaya Nusantara (TBN) XXX oleh Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Daerah Se-Indonesia (Imbasadi) yang diselenggarakan di Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada.
Skripsi yang ditulis Endar tidak jauh-jauh dari kesenian Jawa. Penelitiannya mengangkat wacana humor Dhagelan Mataram lakon Umuk Keblasuk yang dibawakan oleh maestro lawak Yogyakarta, yaitu Gareng Rakasiwi, Jonet, dan Ari Purnomo. Ia berhasil menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun 7 bulan dengan predikat Cum Laude.
Sementara itu, Haryo Untoro merupakan mahasiswa Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa yang aktif dalam kajian Jawa, khususnya bahasa Jawa. Kendatipun berasal dari Bekasi, dirinya mampu menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun 8 bulan 7 hari dengan predikat Cum Laude. Selama menjadi mahasiswa, dirinya aktif dalam berbagai organisasi, seperti anggota dari HMJ pada Kabinet Candrabirawa (2023/2024) dan Kabinet Ancalaloka (2024/2025), serta menjadi anggota dan pengurus dari Keluarga Muslim Ilmu Budaya (KMIB) pada Kabinet Badr (2023/2024) dan Kabinet Tajdeed (2024/2025). Selain itu, dirinya juga aktif sebagai anggota sekaligus pengurus Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Daerah Se-Indonesia (Imbasadi) pada periode 2023/2024 dan 2024/2025. Tidak hanya berorganisasi, ia juga memiliki pengalaman sebagai tenaga paruh waktu administrasi di Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, FIB, UGM. Keaktifan tersebut turut diiringi dengan berbagai prestasi akademik, di antaranya meraih Juara I Kompetisi Esai Humanika 2023 dan Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) pada Temu Budaya Nusantara XXX Imbasadi. Selain itu, dirinya merupakan mahasiswa Program Fast Track Fakultas Ilmu Budaya dan saat ini sedang menempuh studi pada Program Studi Magister Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada. Skripsinya juga berkaitan dengan kajian kebahasaan, yaitu mengkaji struktur penerjemahan antologi puisi Jenggala: Kumpulan Puisi Dwibahasa dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Jawa Kuna yang ditulis oleh Monika N. Arundhati dan diterjemahkan oleh Y. Novi Marginingrum.
Kelulusan kedua mahasiswa tersebut diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi mahadaya untuk terus belajar dengan sungguh-sungguh serta berperan aktif dalam pelestarian budaya Jawa. Di samping itu, kolaborasi berbagai pihak perlu terus diperkuat dalam upaya melestarikan dan membumikan budaya Jawa di tengah masyarakat. Salah satu contohnya adalah peran Yayasan Arsari Djojohadikusumo melalui program beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa. Komitmen yayasan dalam mendukung pendidikan sekaligus pelestarian budaya menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa serta memperkuat jati diri bangsa melalui kebudayaan.
Penulis: Prodi Sastra Jawa FIB UGM
