Jadwal UAS Sarjana Semester Genap TA 2025-2026
2026
Yogyakarta, 29 Mei 2026 – Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 H pada Jumat (29/5) di area sebelah timur Gedung R.M. Margono Djojohadikusumo FIB UGM. Kegiatan ini menjadi wujud syukur sekaligus sarana mempererat nilai kepedulian sosial dan kebersamaan di lingkungan kampus.
Pada pelaksanaan kurban tahun ini, FIB UGM menghimpun dua ekor sapi dan dua ekor kambing dari para shohibul kurban yang terdiri atas dosen dan tenaga kependidikan. Shohibul kurban untuk Lembu I adalah Aprillia Firmonasari, Hayatul Cholsy, Sulistyowati, Tular Sudarmadi, Wening Udasmoro, Wiwien Widyawati Rahayu, dan Irwan Abdullah. Sementara itu, Lembu II diikuti oleh Nur Saktiningrum, Pujo Semedi, Intan Kumala Sari, Adi Sutrisno, Rr. Agustin Nawang Wulan, Susanti, dan Arif Akhyat. Adapun shohibul kurban kambing adalah D.S. Nugrahani dan Niken Wirasanti.

Prosesi kurban diawali dengan penyembelihan hewan kurban dan dilanjutkan dengan pengulitan, pencacahan, penimbangan, hingga distribusi daging kurban kepada masyarakat yang berhak menerima. Kegiatan ini melibatkan sivitas akademika FIB UGM yang bergotong royong untuk memastikan seluruh rangkaian berjalan lancar.
Selain menjadi bentuk pelaksanaan ibadah, kegiatan kurban ini juga mencerminkan komitmen FIB UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 2: Tanpa Kelaparan (Zero Hunger) melalui pembagian daging kurban yang membantu pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. Kegiatan ini juga mendukung SDGs poin 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being) dengan meningkatkan akses masyarakat terhadap sumber protein hewani yang bergizi.
Lebih lanjut, kolaborasi antara dosen, tenaga kependidikan, pengurus Takmir Musholla Al-Adab, dan masyarakat dalam penyelenggaraan kurban turut merefleksikan SDGs poin 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals). Semangat gotong royong yang terbangun dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa kampus tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga ruang pengabdian yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui pelaksanaan kurban 1447 H ini, FIB UGM kembali menegaskan perannya sebagai institusi yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan kebersamaan, sejalan dengan semangat Iduladha yang mengajarkan keikhlasan dan berbagi kepada sesama.
[Humas FIB UGM, Alma Syahwalani]
Fakultas Ilmu Budaya Universitas UGM melalui Program Studi Bahasa dan Sastra Prancis bekerja sama dengan Institut Français Indonesia (IFI) Yogyakarta menyelenggarakan pembukaan Summer Course bertajuk Penerjemahan, Interpretariat, dan Lokakarya Penulisan Kreatif pada Jumat pagi. Kegiatan ini menjadi ruang akademik dan budaya yang mempertemukan mahasiswa, pengajar, serta praktisi internasional dalam pengembangan kompetensi bahasa dan kreativitas menulis.
Acara diawali dengan sambutan dari berbagai pihak. Kepala Erlangga Cabang Yogyakarta, Rezha Adityaksa, menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi internasional yang mendukung pengembangan literasi dan pembelajaran bahasa asing di lingkungan akademik. Sambutan berikutnya diberikan oleh Julie Dupéroir selaku Atase Kerjasama Bahasa Prancis serta Margaux Nemmouchi sebagai Direktur Institut Français Indonesia Yogyakarta yang menegaskan pentingnya pertukaran budaya dan bahasa dalam memperkuat hubungan akademik Indonesia–Prancis.
Dari pihak Universitas Gadjah Mada, sambutan disampaikan oleh Wakil Dekan FIB UGM Dr. Mimi Savitri., Ph.D. dan Prof. Wening Udasmoro, M.Hum., DEA selaku Wakil Rektor Universitas Gadjah Mada. Dalam sambutannya, keduanya menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing, kemampuan penerjemahan, serta kreativitas menulis sebagai bagian dari kompetensi global mahasiswa di era internasionalisasi pendidikan.
Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan lokakarya bersama Léonor Graser dan Nathanael Frérot dari Prancis. Pada sesi pertama, peserta diajak membahas bagaimana merancang lokakarya penulisan kreatif, termasuk berbagai persoalan yang sering muncul dalam proses penulisan serta strategi menyesuaikan metode pembelajaran bagi beragam jenis peserta.
Sesi berikutnya mengangkat tema “Apa itu Penulisan Kreatif dan Apa Fungsinya?” yang membahas penulisan kreatif tidak hanya sebagai bentuk ekspresi sastra, tetapi juga sebagai media refleksi, komunikasi, dan pengembangan kemampuan berpikir kritis serta imajinatif.
Pada sesi siang hari, peserta mengikuti praktik penerapan instruksi penulisan kreatif dalam pengajaran Bahasa Prancis sebagai Bahasa Asing (Français Langue Étrangère/FLE). Melalui sesi ini, peserta memperoleh pengalaman langsung mengenai metode pembelajaran kreatif yang dapat diterapkan dalam pengajaran bahasa asing secara interaktif dan kontekstual.
Kegiatan Summer Course ini menjadi wujud nyata kolaborasi internasional dalam bidang pendidikan dan kebudayaan. Selain memperkuat kompetensi akademik mahasiswa, kegiatan ini juga membuka ruang pertukaran gagasan lintas budaya antara Indonesia dan Prancis.
Pelaksanaan kegiatan ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kapasitas akademik dan literasi bahasa asing, SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi internasional antara UGM dan IFI Yogyakarta, serta SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan melalui akses pembelajaran lintas budaya dan pertukaran pengetahuan global.
[Humas FIB UGM, Alma Syahwalani]
Yogyakarta, 21 Mei 2026 – Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Pameran dan Bursa Wayang pada Kamis hingga Sabtu, 21 hingga 23 Mei 2026. Kegiatan yang bertempat di Pusat Kajian Jawa (Pusaka Jawa) UGM ini merupakan bagian dari rangkaian Gadjah Mada Wayang Festival 2026 sekaligus memeriahkan peringatan Dies Natalis ke-80 FIB UGM.
Pameran ini terselenggara sebagai salah satu wujud pelaksanaan program EQUITY Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Republik Indonesia. Pada penyelenggaraan tahun ini, festival tersebut mengusung tema besar bertajuk “Kita. Butuh. Wayang.”. Tema tersebut membawa makna mendalam terkait upaya pelestarian budaya yang harus bersinergi dengan pemberdayaan masyarakat pembuatnya.
Melalui Gadjah Mada Wayang Festival 2026, FIB UGM membangun sinergi seimbang antara ruang pikir akademik UGM dengan denyut nadi para perajin wayang di Dusun Butuh, Sidowarno, Kabupaten Klaten. Berdasarkan konsep acara tersebut, penyelenggara menyampaikan sebuah proklamasi budaya melalui pernyataan resminya.
Selama tiga hari pelaksanaan pameran, pengunjung dapat hadir mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB untuk menikmati berbagai sajian edukasi budaya. Pameran ini menghadirkan beberapa area eksplorasi, meliputi Zona Pameran Foto, Zona Bursa Wayang, serta Zona Audio Visual yang secara khusus menayangkan karya “Butuh Documentary”.
Pada Zona Wayang Display, penyelenggara memamerkan berbagai karya panel dan tokoh pewayangan yang bernilai seni tinggi. Karya yang ditampilkan kepada publik mencakup Panel Ramayana, Arjuna Wiwaha, Dewaruci, Wirata Parwa, Sembadra Larung, Bhagawad Gita, hingga figur Mahapatih Gadjah Mada.
Pelaksanaan Pameran dan Bursa Wayang ini pada akhirnya menegaskan pentingnya menjaga warisan peradaban seraya memajukan perekonomian masyarakat akar rumput. Keterlibatan langsung para perajin lokal memastikan roda ekonomi kreatif tingkat desa terus bergerak berdampingan dengan laju pelestarian tradisi. Langkah nyata ini menjadi fondasi penting bagi pembangunan masyarakat yang mandiri secara ekonomi dan tangguh dalam mempertahankan identitas budayanya di tengah perubahan zaman.
[Humas FIB UGM, Candra Solihin]
Program Studi Pariwisata Angkatan 2023 melaksanakan kegiatan observasi lapangan bertajuk Parkouris Goes to Bali pada 10–14 Mei 2026 di sejumlah destinasi wisata unggulan di Bali. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran berbasis praktik guna memperluas wawasan mahasiswa mengenai pengelolaan destinasi wisata, pelestarian budaya, serta pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Kegiatan observasi ini diketuai oleh Jonathan Kefas yang diawali dengan kunjungan observasi ke Eka Karya Bali Botanical Garden. Dalam kunjungan ini, mahasiswa mempelajari pengelolaan kawasan konservasi dan wisata edukasi berbasis lingkungan. Observasi tersebut sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 15 tentang Life on Land, melalui upaya pelestarian ekosistem daratan dan keanekaragaman hayati, serta SDG 4 tentang Quality Education melalui pembelajaran lapangan secara langsung.
Mahasiswa juga melakukan observasi di Desa Wisata Penglipuran untuk mempelajari pengembangan desa wisata berbasis budaya dan kearifan lokal. Selain mengamati pengelolaan destinasi, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, pelestarian budaya, dan keterlibatan masyarakat dalam sektor pariwisata. Kegiatan ini mendukung SDG 11 tentang Sustainable Cities and Communities serta SDG 8 tentang Decent Work and Economic Growth melalui pengembangan ekonomi masyarakat berbasis pariwisata berkelanjutan.
Kegiatan observasi dilanjutkan ke Monumen Bajra Sandhi bersama pihak pengelola. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa mempelajari pengelolaan wisata sejarah dan budaya sebagai media edukasi publik sekaligus upaya pelestarian nilai-nilai historis daerah.
Selain itu, peserta melakukan observasi di Garuda Wisnu Kencana Cultural Park untuk memahami pengelolaan destinasi wisata budaya berskala internasional. Mahasiswa memperoleh pengalaman terkait manajemen atraksi wisata, pelayanan pengunjung, hingga strategi promosi destinasi yang berkontribusi terhadap pertumbuhan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.
Kegiatan observasi ditutup dengan kunjungan ke Pantai Jimbaran. Pada lokasi tersebut, mahasiswa mengamati potensi wisata pesisir serta aktivitas ekonomi masyarakat yang berkembang melalui sektor pariwisata bahari.
Melalui kegiatan Parkouris Goes to Bali, mahasiswa Program Studi Pariwisata Angkatan 2023 diharapkan mampu memahami praktik nyata pengelolaan pariwisata yang adaptif, berkelanjutan, dan berbasis budaya sebagai bekal dalam pengembangan sektor pariwisata di masa mendatang.
[Humas FIB UGM, Alma Syahwalani]






