Tiga mahasiswa Antropologi Budaya angkatan 2024 (Arya Aminullah, Elfira Ardhia Raharja, Rafael Christa Nugroho) mengadakan pameran hasil dari jalan-jalan ke Gunungkidul berjudul ‘Lelana Gunungkidulan’. Ide tentang nama ‘Lelana’ berasal dari keusilan kami yang senang bepergian, berkelana, atau mengembara dari satu tempat ke tempat lain untuk belajar menelisik pemaknaan dari setiap perjumpaan.
Lelana Gunungkidulan merupakan rangkaian kegiatan yang mengangkat tema ‘pemberian’; untuk merenungkan makna ‘memberi, menerima, dan membalas’ dalam kerangka realitas hari ini (yang semuanya adalah serba-serbi ditransaksikan) melalui perjalanan kecil dari Kota Yogyakarta menuju sudut-sudut Gunungkidul. Dari pengalaman Lelana Gunungkidulan dihadirkan di sini (melalui pameran, lokakarya, diskusi, hingga pertunjukan) tentang suara-suara sunyi, kisah-kisah yang berserakan, ruang jeda yang ditemui, pelajaran-pelajaran memanusiakan manusia, koneksi-koneksi yang terputus, dan refleks-refleks tubuh yang dilupakan, serta masa depan yang dibayangkan.
Adapun rincian kegiatan yang akan dilakukan meliputi Workshop Menulis Opini, Workshop Kamera Lubang Jarum, Workshop Fotografi Perjalanan, Workshop Membuat Zine, Diskusi Lanskap Gunungkidulan, Podcast Lelana, serta Performance Mural. Rangkaian kegiatan tersebut diadakan dari tanggal 28 Oktober–30 November 2026. Pameran dibuka dari pukul 10.00 WIB–15.00 WIB setiap hari kerja (weekdays), dan pukul 17.00–20.00 WIB setiap hari libur (weekend). Lokasi pameran ada di Luweng Soegondo (basement Gedung Soegondo), Kantin Sastra, Fakultas Ilmu Budaya UGM.
Penulis: Antropologi Budaya

