Yogyakarta, 26 Oktober 2026 — Indo-Pacific Prehistory Association (IPPA) adalah organisasi nirlaba internasional yang didedikasikan untuk mempelajari arkeologi dan bidang-bidang terkait lainnya di kawasan Indo-Pasifik. Sejak didirikan lebih dari lima puluh tahun yang lalu, IPPA telah berkembang menjadi komunitas besar yang terdiri atas para akademisi dan praktisi yang berasal lebih dari 40 negara.
Tahun ini IPPA akan menyelenggarakan The 23rd Congress of the Indo-Pacific Prehistory Association pada 1–7 November 2026 di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Kongres internasional ini, yang diselenggarakan secara kolaboratif oleh Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya UGM, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta, akan mempertemukan sekitar 880 peserta dari 42 negara.
Indonesia sebelumnya pernah menjadi tuan rumah Kongres IPPA ke-14 di Yogyakarta pada 1990, di bawah kepemimpinan almarhum Prof. R.P. Soejono. Penyelenggaraan kembali kongres ini di Yogyakarta menjadi bagian dari keberlanjutan kontribusi Indonesia terhadap perkembangan studi prasejarah dan bidang arkeologi secara luas di kawasan Indo-Pasifik. Penyelenggaraan di Yogyakarta juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan warisan budaya Indonesia kepada komunitas internasional. Presiden IPPA periode 2024-2028, Prof. Anggraeni, menyampaikan bahwa Indonesia merasa terhormat kembali terpilih menjadi tuan rumah kongres IPPA.
Melalui penyelenggaraan kongres secara berkala, IPPA berupaya menjaga keberlanjutan pertukaran pengetahuan, mempromosikan kerja sama dalam studi prasejarah, proto-sejarah, arkeologi kesejarahan, peradaban, warisan budaya, dan pemajuan kebudayaan di kawasan Indo-Pasifik, serta menjunjung tinggi standar etika penelitian. Rangkaian kegiatan The 23rd Congress of the Indo-Pacific Prehistory Association yang akan berlangsung selama tujuh hari dengan agenda ilmiah dan kebudayaan akan menjadi media ilmiah internasional untuk berdiskusi, bertukar ilmu pengetahuan, serta memperkuat kerja sama.
Kegiatan Kongres IPPA ke-23 akan diawali dengan workshop pada 1 November 2026 dengan topik sistem informasi geografis, geokronologi, bioarkeologi, zooarkeologi, analisis mikroskopis, dan warisan budaya, bertempat di Fakultas Ilmu Budaya UGM.
Pada 2 November 2026 akan dilaksanakan upacara pembukaan (Opening Ceremony) dan Gala Dinner di Grha Sabha Pramana. Upacara pembukaan tersebut akan dihadiri oleh sejumlah tamu undangan VIP, termasuk Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Prof. (Hons) Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, dan Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D.
Agenda ilmiah dalam bentuk presentasi dan diskusi akan dilaksanakan pada 3, 4, 6, dan 7 November 2026 di Gedung Soegondo, Fakultas Ilmu Budaya UGM, dan University Club Hotel. Para peserta yang terdiri dari peneliti, akademisi, praktisi, mahasiswa, serta pemerhati kebudayaan dari 42 negara akan menyampaikan hasil pemikirannya dalam 8 sesi diskusi paralel, serta dalam pameran poster. Beragam topik dan isu arkeologi terkini di kawasan Indo-Pasifik maupun di wilayah lainnya akan didiskusikan dalam kongres kali ini.
Pada 5 November 2026, peserta akan mengikuti Mid Conference Tour ke situs-situs warisan budaya dan arkeologi, yaitu Candi Borobudur, Situs Liyangan, Kompleks Candi Prambanan dan Plaosan, serta Situs Manusia Purba Sangiran. Rangkaian kongres akan ditutup pada tanggal 7 November 2026 di University Club Hotel.
Bersamaan dengan berlangsungnya kegiatan kongres, juga diadakan pameran buku dari penerbit dan jurnal bereputasi dari dalam dan luar negeri (antara lain PT Kompas Gramedia, Frontiers Media, Periplus, Jurnal Antiquity dan Asian Perspective), pameran peralatan lapangan dan laboratorium, batik dan lurik, serta kuliner.
Melalui perpaduan forum akademik, pertukaran pengetahuan, dan kunjungan ke situs arkeologi, kongres ini diharapkan dapat memperluas pemahaman mengenai perkembangan masyarakat dan kebudayaan masa lalu di kawasan Indo-Pasifik. Kegiatan tersebut juga diharapkan membuka ruang interaksi antara komunitas ilmiah internasional dan warisan budaya Indonesia, sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi untuk pengembangan penelitian arkeologi dan warisan budaya pada masa mendatang.
Informasi lebih lanjut mengenai IPPA Congress 2026 dapat dilihat pada:
https://www.ippasecretariat.org/ippa2026
