Lima mahasiswa Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada, berpartisipasi dalam 2026 Youth Peace & Reunification Golden Bell Quiz (2026 청소년 평화통일 골든벨 대회) yang diselenggarakan oleh The Peace Unification Advisory Council (PUAC) di Jakarta International Korean School (JIKS), Jakarta.
Kompetisi ini diikuti oleh peserta dari berbagai institusi pendidikan. Selain menguji kemampuan berbahasa Korea, ajang ini juga menjadi sarana bagi peserta untuk memperluas pemahaman mengenai sejarah, budaya, serta isu-isu perdamaian dan reunifikasi di Semenanjung Korea.
Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari pihak penyelenggara dan sekolah, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Korea, penampilan pembuka, serta berbagai babak kompetisi yang dibagi untuk peserta Korea dan Indonesia. Setelah melalui babak penyisihan, babak kesempatan, hingga babak final, acara ditutup dengan pengumuman pemenang, sesi keakraban antara peserta Indonesia dan Korea, penampilan penutup, serta penyerahan penghargaan.
Pada kompetisi ini, mahasiswa angkatan 2025, Claudia Keishia Piji Swastika, berhasil meraih 장려상 (4th Winner). Sementara itu, mahasiswa angkatan 2024, Irene Xaviera Lovryna, berhasil memperoleh 최우수상 (2nd Winner). Prestasi tersebut menjadi bukti dedikasi dan kerja keras mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi bahasa Korea sekaligus memperluas pemahaman mengenai isu-isu internasional.
Claudia mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian yang diraih.
“Pengalaman yang sangat berkesan terlebih karena ini pertama kalinya mengikuti lomba berbahasa Korea secara luring. Meskipun sempat tidak percaya diri di awal, namun sangat bersyukur karena bisa bertahan sampai 4 besar dari sekitar 130 peserta. Melalui pengalaman kali ini tentu menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar dan berkembang. Terima kasih kepada Prodi, Bu Alfi, serta keluarga yang telah mempercayai, mendukung, dan membantu saya.”
Senada dengan hal tersebut, Irene juga menyampaikan apresiasinya atas kesempatan yang diberikan.
“Saya sangat bersyukur karena diberikan kesempatan yang berharga untuk mewakili UGM untuk pertama kalinya di dalam mengikuti lomba Golden Bell tahun ini. Walau awalnya saya cukup pesimis untuk bisa menghafal semua materinya tetapi Puji Tuhan bisa bertahan di Top 2 bukanlah hal yang bisa saya bayangkan sebelumnya. Lalu, saya berterima kasih kepada prodi, kepada Alfi 교수님 yang sudah mempercayakan saya untuk ikut, kepada teman-teman yang juga ikut lomba kemarin, lalu para panitia dan guru JIKS yang sangat suportif. Saya bangga bisa menjadi bagian dari pengalaman ini. Semua usaha, waktu, dan perjalanan yang telah dilalui terbayar lunas di lomba kemarin. Semoga ini bisa menjadi motivasi dan pembelajaran bagi saya ke depannya. 그리고, 내년에도 꼭 다시 도전하고 싶습니다. 정말 감사했습니다!”
Partisipasi dan prestasi yang diraih mahasiswa Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea UGM dalam ajang ini mencerminkan komitmen prodi dalam mendukung pengembangan kompetensi akademik, kemampuan bahasa asing, serta keterampilan komunikasi lintas budaya. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman kompetitif, tetapi juga kesempatan untuk membangun jejaring dan memperkuat pemahaman antarbudaya.
[Eunike Serafia N.S]
