Universitas Islam Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Qatar Debate Indonesian Chapter yang dikenal sebagai UNISI Debate. Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh 16 perguruan tinggi di Indonesia, baik PTN, PTS, maupun PTKIN, serta melibatkan 22 juri profesional berpengalaman dalam debat bahasa Arab. Program Studi Sastra Arab Universitas Gadjah Mada turut berpartisipasi dengan mengirimkan empat delegasi mahasiswa, yaitu Hashifa Zara Ahfiyani dan Ahsana Matswayasha (semester 4), serta Ismail dan Rayya Adhiya Syifa (semester 2). Keempat delegasi tersebut mengikuti lima ronde pada babak penyisihan yang berlangsung selama dua hari.
Pada tiga babak awal yang dilaksanakan pada 11 April 2026, tim UGM bertanding melawan Institut Darul Ulum Banyuanyar, UIN Maulana Malik Ibrahim, dan Universitas Sebelas Maret. Sementara itu, babak keempat dan kelima yang digelar pada 12 April 2026 mempertemukan tim UGM dengan tim swing (gabungan Universitas Islam Indonesia dan UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe), serta kembali berhadapan dengan UIN Maulana Malik Ibrahim. Dari keseluruhan pertandingan, tim UGM berhasil meraih dua kemenangan, yakni pada babak ketiga melawan Universitas Sebelas Maret dan babak keempat melawan tim swing. Pada babak keempat tersebut, salah satu delegasi, Ismail, juga berhasil meraih penghargaan sebagai Best Speaker.
Keikutsertaan ini menjadi pengalaman perdana bagi delegasi Sastra Arab UGM dalam kompetisi debat bahasa Arab tingkat nasional yang terhubung dengan ajang internasional. Salah satu delegasi, Rayya, menyampaikan bahwa pengalaman ini menjadi langkah awal dalam menghidupkan kembali tradisi debat bahasa Arab di UGM. Ia juga menambahkan bahwa proses persiapan hingga pelaksanaan lomba memberikan banyak pembelajaran, mulai dari peningkatan kemampuan bahasa, penyusunan argumen, hingga penguatan kerja sama tim. Partisipasi ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk terus berkembang, berani mencoba, serta berkontribusi dalam menghidupkan kembali budaya debat bahasa Arab di lingkungan kampus.
Penulis: Hashifa Zara Ahfiyani
