Yogyakarta, 24 April 2026 – Kabar membanggakan datang dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM). Guru besar FIB UGM, Prof. Dr. Pujo Semedi Hargo Yuwono, M.A., resmi terpilih sebagai anggota Majelis Wali Amanat (MWA) UGM periode 2026–2031 dari unsur dosen guru besar. Penetapan ini dilakukan melalui Rapat Pleno Khusus Senat Akademik pada Jumat (24/4).
Terpilihnya Prof. Pujo Semedi menegaskan peran strategis FIB UGM dalam kancah pengambilan kebijakan di tingkat universitas. Sebagai guru besar di bidang humaniora, beliau membawa perspektif akademik yang menekankan nilai-nilai budaya, etika, serta keberpihakan pada kepentingan publik dalam tata kelola pendidikan tinggi.
Majelis Wali Amanat merupakan organ penting dalam struktur UGM yang berfungsi menetapkan kebijakan umum, melakukan pengawasan, serta memastikan keberlanjutan institusi. Dalam hal ini, kehadiran guru besar FIB UGM di dalam MWA diharapkan dapat memperkuat arah kebijakan yang lebih inklusif, berimbang, dan berbasis nilai-nilai kemanusiaan.
Penetapan anggota MWA UGM periode 2026–2031 melibatkan berbagai unsur, mulai dari tokoh masyarakat, alumni, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa. Keterwakilan dari FIB UGM melalui Prof. Pujo Semedi menjadi bukti bahwa bidang humaniora memiliki kontribusi penting dalam membangun tata kelola universitas yang berintegritas dan berkelanjutan.
Dengan amanah yang diemban, Prof. Pujo Semedi diharapkan dapat berkontribusi secara optimal dalam mendorong kemajuan UGM sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul dan berdampak luas bagi masyarakat.
Sejalan dengan hal tersebut, keterlibatan guru besar FIB UGM ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan tata kelola pendidikan tinggi, serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui upaya mewujudkan institusi yang transparan, akuntabel, dan inklusif.
[Humas FIB UGM, Alma Syahwalani]
