Yogyakarta, 13 Februari 2026 – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada menggelar pemutaran film When The Water Horse Seeks A New Home di Auditorium Lantai 7 Gedung Soegondo, Jumat (13/2) pukul 14.00 WIB. Kegiatan ini dihadiri mahasiswa Antropologi Budaya FIB UGM dan menghadirkan karya sinematik yang menelusuri jejak pengungsi Rohingya melalui kisah sebuah benda kecil yang terdampar di pesisir Aceh.
Film yang ditulis dan disutradarai oleh Andrianus Oetjoe Merdhi ini berangkat dari temuan sebuah miniatur hewan berbahan plastik yang tertinggal di kapal kosong bekas pengungsi Rohingya. Kapal tersebut terdampar di pantai terpencil di Aceh, hampir dua ribu kilometer dari tempat asal benda tersebut. Figur kecil itu menjadi penanda sunyi atas perpindahan manusia, kehilangan, dan daya tahan di tengah situasi keterasingan.
Dalam sinopsisnya, film ini menelusuri perjalanan objek tersebut melintasi lautan dan batas-batas wilayah untuk mencari pemiliknya. Pencarian itu sekaligus membuka kisah kemanusiaan di balik pengalaman pengungsian dan perpindahan paksa yang dialami komunitas Rohingya.
Proyek film ini diproduseri bersama oleh Gerhard Hoffstaedter dari University of Brisbane. Produksi film mendapat dukungan dari University of Bielefeld dan Volkswagen Stiftung. Pemutaran film ini dihadiri mahasiswa Antropologi Budaya FIB UGM dan menjadi ruang diskusi mengenai migrasi, identitas, serta memori kolektif. Film tersebut mengajak penonton memahami dimensi kemanusiaan dari fenomena perpindahan lintas batas melalui pendekatan visual yang reflektif.
Melalui pendekatan yang berfokus pada sebuah benda sederhana, film ini menegaskan bahwa setiap jejak yang tertinggal menyimpan cerita. Upaya membaca kembali jejak tersebut menjadi bagian penting dalam membangun empati, memperluas perspektif, dan merawat nilai kemanusiaan di tengah dinamika global yang terus bergerak.
[Humas FIB UGM, Candra Solihin]

