YOGYAKARTA – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (FIB UGM) terus memperkuat komitmennya dalam pelestarian sejarah dan kebudayaan nusantara melalui keberadaan Mandala Majapahit. Sebagai unit kajian dan pusat informasi terpadu mengenai peninggalan era Majapahit, Mandala Majapahit kini telah sepenuhnya berada di bawah koordinasi UGM. Estafet pengelolaan ini ditandai dengan prosesi serah-terima resmi dari Yayasan Arsari Djojohadikusumo kepada UGM yang telah dilangsungkan di Gedung R.M. Margono Djojohadikusumo pada Jumat, 6 Desember 2024.
Secara historis, kehadiran Mandala Majapahit di lingkungan kampus tidak lepas dari rekam jejak kerja sama yang erat antara pihak FIB UGM dengan Yayasan Arsari Djojohadikusumo. Unit kajian ini pertama kali diresmikan pada 5 Desember 2014 atas kolaborasi keduanya di bawah koordinasi Departemen Arkeologi. Saat ini, ManMa menempati salah satu ruang strategis di kantor pengelola Departemen Arkeologi pada Gedung R.M. Margono Djojohadikusumo.
Lebih dari sekadar ruang penyimpanan data, Mandala Majapahit UGM kini digunakan juga menjadi ruang multifungsi yang mewadahi berbagai aktivitas akademik. Fasilitas ini aktif dimanfaatkan sebagai ruang kuliah keilmuan arkeologi, wadah diskusi bagi sivitas akademika, hingga menjadi ruang pamer periodik. Pameran tersebut secara rutin menyajikan ragam artefak Majapahit yang bersumber dari koleksi Departemen Arkeologi FIB UGM, koleksi pribadi, hibah dari para pemerhati budaya, serta sistem simpan pinjam dengan berbagai museum dan institusi arkeologi lainnya.
Sifatnya yang inklusif dan terbuka untuk umum menjadikan Mandala Majapahit UGM sebagai daya tarik edukatif tidak hanya bagi kalangan akademisi, tetapi juga bagi masyarakat luas. Tempat ini kerap menjadi destinasi kunjungan bagi siswa sekolah, pemerhati pelestarian budaya, hingga tamu-tamu universitas. Penempatan Mandala Majapahit yang berada tepat di jantung Departemen Arkeologi FIB UGM memang dirancang agar fasilitas ini dapat terintegrasi langsung dengan komunitas akademik, sehingga mampu menjadi pilar pendukung utama bagi kegiatan penelitian maupun proses belajar-mengajar.
Eksistensi Mandala Majapahit diharapkan dapat terus mempermudah aksesibilitas data bagi para peneliti sekaligus menstimulasi lahirnya kajian-kajian baru terkait sejarah Nusantara. Melalui pengelolaan yang kini sepenuhnya mandiri di bawah UGM, Mandala Majapahit secara terbuka mengundang partisipasi aktif dari berbagai pihak untuk menggelar berbagai kegiatan positif dan kolaboratif. Sinergi dan semangat saling berbagi pengetahuan ini menjadi kunci penting untuk terus melengkapi pangkalan data serta memperkaya hasil penelitian mengenai jejak peninggalan kebesaran Majapahit.
