SDGs 1: No Poverty | SDGs 4: Quality Education | SDGs 4: Education in Developing | SDGs 4: Access to Education | SDGs 4: Basic Education | SDGs 4: Basic Literacy Skills | SDGs 4: Early Childhood Development | SDGs 4: Equal Access | SDGs 5: Gender Equality | SDGs 5: Empowerment | SDGs 5: Equal Opportunities | SDGs 8: Decent Work and Economic Growth | SDGs 9: Industry, Innovation and Infrastructure | SDGs 9 Affordable Access | SDGs 10: Reduced Inequalities | SDGs 10: Children | SDGs 10: Education | SDGs 11: Sustainable Cities and Communities | SDGs 11: Community | SDGs 16: Peace, Justice, and Strong Institutions | SDGs 17: Partnerships for the Goals | SDGs 17: Capacity Building
Pengabdian kepada masyarakat atau KKN (Kuliah Kerya Nyata) merupakan salah satu bagian penting dari pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya di Universitas Gadjah Mada. Seperti halnya KKN-PPM UGM SG 008 yang bertema “Optimalisasi Potensi Lokal Melalui Pemberdayaan Masyarakat Menuju Desa Wisata di Desa Namu, Batujaya, dan Malaringgi” ini dijalankan oleh 29 mahasiswa UGM dari tanggal 18 Desember 2023 sampai dengan 5 Februari 2024. Tim ini sempat mendapat apresiasi dari H. Surunuddin Dangga, S.T., M.M. selaku Bupati Konawe Selatan pada saat penarikan tanggal 3 Februari 2024 kemarin.
Khansa Avissa, seorang mahasiswi Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya UGM, pada pertengahan Desember sampai dengan awal Februari, menjalankan KKN-PPM di Desa Malaringgi, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan yang menjadi saksi semangatnya untuk mengabdi pada masyarakat melalui program pengajaran Bahasa Inggris dengan tema “Konawe Belajar: Pendidikan Komprehensif untuk Membentuk Generasi Unggul”. Program ini telah dirancang oleh tim KKN-PPM UGM di bawah bimbingan Dra. Eko Sulistyani, M.Sc, dengan tujuan utama untuk memberikan pendidikan yang komprehensif kepada siswa-siswi di SD 12 Laonti.
Program yang dijalankan oleh Avissa berfokus pada pengajaran Bahasa Inggris di sekolah setempat. Ia sadar bahwa pemahaman Bahasa Inggris yang baik adalah salah satu kunci sukses bagi anak-anak di era globalisasi ini. Melalui kelas-kelas kecil dan pendekatan yang interaktif, ia membantu anak-anak di Desa Malaringgi untuk memahami dasar-dasar Bahasa Inggris.
Masyarakat menyambut program ini dengan antusias. Anak-anak yang semula memiliki keterbatasan dalam pengetahuan Bahasa Inggris, kini mulai menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Avissa tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai motivator yang membantu membangun rasa percaya diri dalam diri anak-anak untuk berkomunikasi atau mengucapkan beberapa kosakata dalam Bahasa Inggris.
Pentingnya kemampuan Bahasa Inggris tidak hanya terbatas pada dunia pendidikan saja, tetapi juga menjadi keterampilan yang sangat dibutuhkan dalam dunia pekerjaan. Ia berharap bahwa dengan adanya program ini, mereka akan lebih siap menghadapi tantangan di masa depan, terutama bagi anak-anak yang memiliki masa depan yang panjang. Hal ini juga menjadi salah satu alat untuk meningkatkan kualitas hidup mereka dan membuka peluang akses ke berbagai kesempatan.
Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Avissa adalah cerminan dari peran mahasiswa dalam membawa perubahan positif ke berbagai lapisan masyarakat. Dengan semangat dan dedikasinya, ia membuktikan bahwa mahasiswa Sastra Inggris FIB UGM tidak hanya berkomitmen pada peningkatan kualitas akademik, tetapi juga memiliki peran aktif dalam menciptakan dampak positif di masyarakat. Program ini bukan hanya memberikan pengetahuan Bahasa Inggris, tetapi juga membawa secerca harapan dan inspirasi kepada anak-anak Desa Malaringgi untuk menghadapi masa depan yang lebih cerah sebagai generasi penerus bangsa.


Acara hari kedua dilaksanakan keesokan harinya yaitu hari Rabu tanggal 7 Februari 2024 di Ruang Sidang 1, Gedung Poerbatjaraka Lantai 1, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada jam 08.00-12.15 WIB. Karena hari pertama peserta sudah disuguhkan materi-materi dasar mengenai Posbindu dan semacamnya, maka di hari kedua ini peserta digiatkan untuk melakukan praktek. Para peserta pelatihan Posbindu melaksanakan simulasi dan latihan 5 meja Posbindu dengan antusias dan penuh semangat, lalu kemudian langsung melaksanakan Post test yang kedua untuk melihat perkembangan yang didapatkan sebagai kader Posbindu setelah mendapatkan materi serta pelatihan selama acara dilangsungkan selama dua hari.
Perlu diketahui, acara ini mendapat kerjasama dan bantuan dari Bapak/Ibu Tim HPU UGM. Ketua HPU UGM, Prof. Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si., PhD, berkesempatan langsung mendampingi para peserta pelatihan sebagai Narasumber mengenai kegiatan pemeriksaan dalam posbindu dan praktek periksa kesehatan (mengukur tekanan darah/tensi dan mengambil sampel darah untuk pemeriksaan kadar kolesterol, gula dan asam urat). Beliau mendapat undangan langsung dari Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset dan Sumber Daya Manusia yaitu bapak Suray Agung Nugroho, M.A., Ph.D. Pelatihan kader Posbindu diikuti oleh para staf Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada. Adapun sasaran dari layanan Posbindu adalah semua staf baik Dosen maupun Tenaga Pendidik di lingkungan fakultas
