Lembaga Eksekutif Mahasiswa

Lembaga Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya merupakan organisasi mahasiswa yang mengampu keseluruhan fungsi eksekutif di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya. Untuk periode kepengurusan tahun 2013, Lembaga Eksekutif Mahasiswa mengusung kabinet “Madani”. Kabinet ini di nakhodai Jaka Aris Eko Wibawa, mahasiswa sastra inggris angkatan 2010.

Walaupun hakikat fungsi eksekutif sudah melekat secara alami, namun periode kepengurusan ini ingin membina kultur keterbukaan yang terjalin dalam sebuah hubungan kekeluargaan yang harmonis. Hal itu terinpsirasi dari nilai kearifan lokal dari negeri ini. mengingat fakultas ilmu budaya merupakan fakultas yang mengakulturasikan aspek-aspek kebudayaan dalam proses pembelajarannya, merupakan sebuah kontribusi nyata ketika organisasi yang mengampu fungsi pelayanan mahasiswa mengkolaborasikan aspek kearifan lokal dalam berprosesnya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa Fakultas ilmu budaya merupakan fakultas yang memiliki tingkat keragaman yang sangat tinggi. Oleh karena nya, target utama kabinet Harmoni Inklusifitas adalah membangun kultur organisasi yang positif, progresif dan prospektif. Untuk merealisasikan harpan tersebut, dituangkan dalam 3 sub topik besar yaitu Sinergis, Harmonis, kontributif. Secara essensi pelaksanakan, sinergi diwujudkan dalam bentuk hubungan yang harmonis dengan seluruh element civitas akademika baik dilingkungan fakultas serta universitas. Harmonis merepresantasikan harapan kombinasi indah antara kualias akademik dengan kemampuan soft-skill mahasiswa. Sedangkan kontributif merupakan tugas yang diemban oleh semua mahasiswa sehingga merupakan harapan kami ketika berusaha untuk menaruh perhatian khusus dalam hal tersebut.

Dalam menjalankan fungsi yang diampu, dibentuklah department sesuai dengan fuungsinya masing-masing, untuk mempermudah alur koordinasi, maka department tersebut dibagi menjadi 3 klaster yakni kluster Ke-Rumah Tangga-an, Internal sekaligus Eksternal.

Klaster Kerumah tanggaan mengampu fungsi kerumah tanggaan yang trdiri atas tiga element penting yakni sekretaris eksekutif (mengampu administrasi kelembagaan), bendahara umum (mengampu kebutuhan anggaran) sekaligus department kewirausahaan yang merupakan wadah sekaligus generator semangat berwirausaha dalam organisasi. Kluster ini di damping oleh Sekretaris Jendral bersama Presiden Lembaga.

Kluster kedua adalah Kluster Internal, yang dalam pelaksanakannya didampingi oleh Presiden lembaga dan Mentri Koordinasi internal. Kluster ini memegang fungsi pelayanan bagi civitas akademika di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya. Secara lebih spesifik, komponen Kluster ini adalah :

  • Departemen Advokasi : menjadi jembatan antara mahasiswa dengan dekanat dalam menyikapi berbagai kebijakan di lingkungan kampus. Selain itu, membangun hubungan harmonis antara seluruh elemen mahasiswa dengan jajaran dekanat. Salah satu contoh program nyata untuk merealisasikan visi tersebut adalah pelaksanakan dialog bersama dekanat.
  • Departemen Kajian Keilmuan : merupakan departemen yang mempunyai fokus untuk menumbuhkan kultur meneliti di kalangan mahasiswa. Selain itu juga menjadi referensi bagi departemen lain untuk menyikapi suatu informasi tertentu untuk menjaga obyektifitas sudut pandang. Salah satu program nyata dari departemen ini dalah diskusi rutin bulanan dan juga PKM Corner yang melayani informasi terkait pekan kreatifitas mahasiswa.
  • Departemen minat dan Bakat : sebagai wadah sekaligus inisiator untuk menyalurkan kreatifitas mahasiswa dalam bentuk seni aplikatif. Sekoteng dan Etnika Fest merupakan salah satu contoh program perealisasian visi tersebut
  • Departemenet PSDM : mengamppu fungsi peningkatan kapasitas sofskill anggota lembaga eksekutif mahasiswa dan juga civitas akademika melalui berbagai program pelatihan softskill

Kluster terakhir adalah Kluster Eksternal. Dalam pelaksanakannya, departemen yang termasuk dalam kluster ini didampingin oleh Menko eksternal sekaligus presiden lembaga. Fungsi utama yang diampu kluster ini adalah membagun relasi dengan berbagai pihak baik dilingkungan internal maupund eksternal Universitas Gadjah Mada untuk eskalasi kontribusi yang lebih menyeluruh. Secara lebih mendetail, elemen kluster ini adalah:

  • Departemen Hubungan Mahasiswa : sebagai elemen utama akses informasi dan relasi yang diterima maupun dibagi oleh organisasi. Kontribusi nyata dari tujuan tersebut adalah keaktifan jalinan relasi di lingkungan lembaga Eksekutif Mahasiswa Ilmu budaya di tingkat nasional melalui ILMIBSI
  • Departemen Media : merupakan komponen penting yang memberikan informasi kepada publik melalui bentuk yang lebik atraktif. Salah satu contoh implementasinya adalah mengurus publikasi melalui media online (website, Twitter, Facebook) dan juga media cetak (majalah dinding)
  • Sosial Masyarakat : departemen yang mengampu pengabdian masyarakat, namun tidak mengabaikan aspek kebudayaan dalam prosesnya. Salah satu contoh nya adalah pelatihan ketrampilan dan seni di Sekolah Luar biasa dan juga konser Gamelan bertajuk amal yang berkerja sama dengan jaringan Indonesia Mengajar.

Keberlanjutan merupakan essensi yang ingin dibangun dari periode kepengurusan ini mengingat fungsi yang diampu Lembaga Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya sangat substansial dalam proses peningkatan kapabilitas softskill mahasiswanya. Didukung dengan Transformasi jajaran fakultas yang juga memberikan semangat baru dengan program inovatifnya, maka sebagai seorang putra yang berbakti, organisasi ini ingin ikut berkontribusi bersama dalam membangun kultur kebudayaan yang positif dalam segala aktifitasnya. “Mari berbagi mari, Peduli. Dalam balutan bakti ilmu pengetahuan dan kebudayaan, mewujudkan fakultas ilmu budaya Universitas Gadjah Mada yang semakin menawan.

Lebih lengkap tentang jurusan ini dapat dilihat di http://lem.fib.ugm.ac.id/

Postingan ini juga tersedia dalam bahasa : English