KAPALASASTRA

Kapalasastra (Keluarga pencinta Alam Sastra) dirintis oleh mas Joko Dwiyanto (dosen Arkeologi/Kepala Dinas Kebudayaan Yogyakarta), Mas Kusen (dosen Arkeologi) dan saudara-saudara kami yang lain pada tahun 1976. Tanggal 7 Maret diperingati sebagai hari lahirnya Kapalasastra, tanggal ini diambil dari tanggal kelahiran mas Joko yang telah berjasa banyak dalam kelahiran Kapalasastra.

Kenapa Kapalasastra?

Nama Sastra diambil dari nama Fakultas Ilmu Budaya saat itu masih bernama Fakultas Sastra. Meskipun nama fakultas berubah kita tetap sepakat tidak merubah nama. Diharapkan anggota Kapalasastra atau singkatnya Kaps dapat menjadi sebuah keluarga untuk selamanya, maka dari itu keanggotaan Kaps berlaku seumur hidup. Sampai saat ini ada 289 anggota penuh Kaps dari 17 angkatan.

Di Kapalasastra ada sebutan Kapala Saja, yaitu orang yang berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan Kapalasastra( bukan anggota), Kapalasastra, orang yang sudah menjadi anggota penuh Kaps dan aktif, juga Kapalasastra Saja, orang yang sudah menjadi anggota penuh Kaps tapi tidak aktif.
Semboyan Kaps adalah cinta alam, cinta kehidupan, tanpa melupakan kebesaran Tuhan.

Kegiatan-kegiatan Kaps bergerak di bidang:

  1. Ketrampilan kepencintaalaman: Caving (susur gua), Climbing (Panjat), Mountainering (rimba gunung), Dayung/ORAD (Olahraga Arus Deras, Rafting), SAR. (ORAD sekarang non-aktif karena tidak ada peralatan)
  2. Karya ilmiah yang bersifat kepencintaalaman: Ekspedisi
  3. Kelestarian alam dan lingkungan hidup: Pengadaan Tong sampah di Kampus, diskusi
  4. Pengabdian Masyarakat
  5. Search and Rescue (SAR)
  6. Petualangan

Ekspedisi yang pernah dilakukan Kapalasastra:

  1. Ekspedisi SELAYAR, Sulawesi Selatan; 1986 (Karya Ilmiah dan Petualangan)
  2. Ekspedisi WATU LIMO, Trenggalek; 1987 (Panjat Tebing)
  3. Ekspedisi GUNUNG GAJAH, Pemalang; 1989 (Panjat Tebing)
  4. Ekspedisi LAMALERA, Nusa Tenggara Timur; 1989 (Karya Ilmiah)
  5. Reli Arung Jeram Kali Progo I; 1989 (Bersifat Nasional)
  6. Pendakian Gunung Timur Barat; 1990 (Rinjani, Agung dan Semeru)
  7. Ekspedisi TANGGUL, Tulungagung; 1990 (Panjat Tebing)
  8. Reli Arung Jeram Kali Progo II; 1991 (Bersifat Nasional)
  9. Ekspedisi Lawu; 1995 (Karya Ilmiah, inventaris peninggalan purbakala)

Postingan ini juga tersedia dalam bahasa : English